Cancel Preloader

Mengenal Islamisasi Kerajaan di Sulawesi Selatan

 Mengenal Islamisasi Kerajaan di Sulawesi Selatan

Mengenal Islamisasi Kerajaan di Sulawesi Selatan (Ilust/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ahmad M Sewang (2005) melihat bahwa pola islamisasi kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan cenderung menunjukkan pola ‘top down’. Yaitu Islam pertama-tama diterima langsung oleh Raja, kemudian turun ke bawah.

Para sejarawan melihat proses islamisasi di Sulawesi Selatan terjadi pada abad 16-17 M. Dalam literatur sejarah didapatkan informasi, bahwa secara khusus Islamisasi di Sulawesi Selatan tidak dapat dipisahkan dari peran utama tiga ulama dari tanah Minangkabau, Sumatera Barat.

Di kalangan masyarakat Bugis, tiga ulama ini dikenal dengan sebutan Datu Tellue. Mereka ini adalah Abdul Kadir Datuk Tunggal dengan panggilan Datuk ri Bandang, Sulung Sulaeman yang mendapat gelar Datuk Patimang dan Khatib Bungsu yang diberi gelar Datuk ri Tiro.

Namun interaksi dengan pedagang muslim dari Jazirah Arab disebut turut mempengaruhi proses islamisasi di kawasan Sulawesi Selatan. Khususnya ketika setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511 M.

Sementara jalur perdagangan di Pulau Jawa dan Sumatera mengalami kemunduran, maka jalur perdagangan berpindah ke kawasan Timur Nusantara dengan pusatnya Sompa Opu (Ibu Kota Kerajaan Gowa-Tallo) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sumber tertulis mengenai sejarah kerajaan Gowa pra Islam baru ditemukan sekitar abad XIV. Salah satu diantara sumber tersebut antara lain aksara lontara, sure ‘galigo.
Sumber ini diperkirakan bisa memberi petunjuk tentang keberadaan kebudayaan masyarakat Gowa. Kemudian ada sumber dari portugis yang ditulis oleh Tome Pires dalam bukunya The Suma Oriental .

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 × five =