Kabar InternasionalSejarah Islam

Mengapa Era Dinasti Abbasiyah, Ilmu Sains Begitu Gemilang?


HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Dalam sejarah ilmu pengetahuan, Islam memberikan pengaruh besar dalam pengembangan keilmuan sains. Kegemilangan ilmu sains dalam Islam ini mencapai puncak pada masa Dinasti Abbasiyah.

Perkembangan ilmu pengetahuan di dalam Islam mulai menampakkan geliat bagus ketika pada masa Dinasti Umayyah. Selanjutnya pada perkembangan berikutnya ilmu sains Islam mendominasi saat memasuki Dinasti Abbasiyah.

Hal ini disampaikan Jamal Fakhri (2010) dalam tulisannya berjudul Sains dan Teknologi dalam Al-Qur’an dan Implikasinya dalam Pembelajaran yang dimuat di dalam jurnal TA’DIB, Vol. XV No. 01. Edisi, Juni 2010.

Ia menjelaskan, Fase perkembangan pengetahuan dalam Islam mengalami masa tunas pada masa Dinasti Bani Umayyah. Kemudian mencapai puncaknya pada masa Dinasti Bani Abbasiyah.

“Kemajuan pendidikan Islam pada masa ini dikarenakan penguasa dari Dinasti Bani Abbasiyah mengambil kebijakan dengan mengangkat orang-orang Persia menjadi pejabat-pejabat penting di istana,” ungkap Jamal Fakhri dikutip Kamis (10/9/2020).

Pengangkatan pejabat dari kalangan Persia ini lanjut dia lebih khusus dilakukan terutama dari keluarga Baramikah. Dimana secara basic, keluarga ini merupakan keluarga yang telah lama bersentuhan dengan filsafat dan ilmu pengetahuan Hellenisme yang mempengaruhi umat Islam untuk belajar dan mengembangkan pemikiran Islam.

“Hal ini semakin nyata setelah penguasa dari Dinasti ini memproklamirkan aliran Mu’tazilah, sebuah aliran teologi rasional sebagai mazhab resmi negara. Pada masa ini pendidikan Islam mencapai zaman keemasannya,” jelasnya.

Hasilnya mengagumkan, pada fase perkembangannya keberadaan ilmu pengetahuan dalam Islam, khususnya di tataran sains mengalami masa yang sangat gemilang. Bahkan ilmu-ilmu pengetahuan yang dihasilkan umat Islam kala itu menjadi rujukan dunia Barat.

“Filsafat Islam, ilmu pengetahuan, sains dan pemikiran Islam mencapai kemajuan yang sangat pesat sehingga menjadikan Islam sebagai pusat keilmuan yang tiada tandingnya di dunia dan filsafat serta ilmu pengetahuannya menjadi kiblat dunia pada saat itu,” tandasnya.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close