Memasak Sebelum Mandi Junub, Bagaimana Hukumnya?

 Memasak Sebelum Mandi Junub, Bagaimana Hukumnya?

Mencampurkan sperma ke dalam makanan (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Mandi besar setelah junub menjadi keutamaan setiap suami-istri yang baru saja berhubungan. Namun seiring padatnya aktivitas, misalnya istri yang harus bergegas menyiapkan hidangan untuk makan keluarga otomatis harus memasak dan menunda mandi junubnya.

Bila kasusnya demikian maka hukum menunda mandi junub dan memasak dahulu ialah diperbolehkan. Para ulama menghukumi tidak masalah bagi seseorang yang sedang junub melakukan aktivitas-aktivitas rumah tangga terlebih dahulu sebelum mandi junub.

Dilansir dari Bincang Syariah, berikut dalil yang menjadi dasar kebolehan memasak dan aktivitas lainnya sebelum mandi junub. Hadis riwayat Imam Al-Bukhari dari Abu Hurairah, dia berkisah;

لَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا جُنُبٌ، فَأَخَذَ بِيَدِي، فَمَشَيْتُ مَعَهُ حَتَّى قَعَدَ، فَانْسَلَلْتُ، فَأَتَيْتُ الرَّحْلَ، فَاغْتَسَلْتُ ثُمَّ جِئْتُ وَهُوَ قَاعِدٌ، فَقَالَ: أَيْنَ كُنْتَ يَا أَبَا هِرٍّ، فَقُلْتُ لَهُ، فَقَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ يَا أَبَا هِرٍّ إِنَّ المُؤْمِنَ لاَ يَنْجُسُ

Artinya: “Aku bertemu Rasulullah dan aku pada saat itu dalam keadaan sedang junub, lalu beliau menggandeng tanganku. Maka aku berjalan bersama beliau sampai beliau duduk, lalu aku keluar sebentar, aku menemui seseorang, lalu aku mandi. Kemudian datang dan beliau sedang duduk, lalu berkata; Kemana saja kamu wahai Abu Hir? Aku berkata kepada beliau (bahwa aku tadi junub). Maka beliau bersabda: Subhanallah, wahai Abu Hir, sesunggugnya seorang mukmin tidak najis.

Dalil yang Membolehkan Menunda Mandi Junub

Dalam kitab Fathul Al-Bari, Al-Hafidz Ibnu Hajar menjadikan hadis ini sebagai dasar kebolehan seseorang menunda mandi junub. Juga kebolehan dia memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, seperti memasak, pergi ke pasar, dan lainnya. Beliau berkata sebagai berikut;

وفيه جواز تأخير الاغتسال عن أول وقت وجوبه ..وعلى جواز تصرف الجنب في حوائجه

Hadis ini menjadi dalil kebolehan mengakhirkan mandi junub dari awal waktunya. Sekaligus menjadi kebolehan orang yang junub melakukan aktifitas untuk memenuhi kebutuhannya.

Hanya saja, meski boleh memasak sebelum mandi besar, namun jika seseorang hendak makan atau minum setelah memasak, maka dia dianjurkan untuk wudhu terlebih dahulu. Hal ini karena menurut para ulama, makan dan minum tanpa wudhu dalam keadaan junub hukumnya makruh.

Ini sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah Saw dalam hadis riwayat Imam Muslim. Dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كان جنبا فأراد أن يأكل أو ينام توضأ وضوءه للصلاة

Apabila Rasulullah Saw berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur. Maka beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × one =