Melihat Kebesaran dan Kemuliaan Allah dari Air

 Melihat Kebesaran dan Kemuliaan Allah dari Air

Melihat Kebesaran dan Kemuliaan Allah dari Air

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Bumi adalah tempat tinggal manusia dan beragam makhluk lainnya. Baik benda organik, seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan, maupun anorganik (jamadat) seperti benda-benda padat, cair, dan gas, semua benda di bumi sebagai tempat tinggal dan kehidupan yang nyaman. Allah berfirman,

هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لَّكُمْ مِّنْهُ شَرَابٌ وَّمِنْهُ شَجَرٌ فِيْهِ تُسِيْمُوْنَ

Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu. (QS. an-Nahl 16: 10)

Makna dari surah an-Nahl ayat 10, menerangkat tentang nikmat yang diperoleh manusia dari langit, baik secara langsung maupun tidak. Nikmat secara langsung itu berupa turunnya hujan, karena manusia dapat memanfaatkan turunnya air hujan sebagai berbagai keperluan dalam hidupnya, seperti minum, mandi, mencuci dll. Karunia berupa turunya hujan juga menjadikan suburnya tanaman-tanaman dan menumbuhkan berbagai sumber pokok makanan baik bagi manusia ataupun makhluk hidup lainnya.

Salah satu faktor ketersediaan makanan dan iklim dan cuaca yang ramah terhadap kehidupan itulah yang menjadikan bumi betul-betul merupakan tempat yang cocok bagi tempat tinggal manusia.  Dan untuk menyambung keberlangsungan hidup manusia. Air merupakan sumber utama yang dibutuhkan makhluk hidup di bumi ini,

Air diperlukan bukan hanya sebagai air minum saja, melainkan juga untuk pertanian, peternakan, transportasi, sumber energi, dll. Saking vitalnya air, bahkan bukti-bukti anthropaleontologi menunjukan bahwa pada masa-masa awal manusia mendiami bumi, manusia mencari tempat-tempat yang berdekatan dengan sumber air, baik berupa danau atau sungai.

Dalam surah an-Naml ayat 16 disebutkan:

وَاللّٰهُ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ

Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang tadinya sudah mati. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). (an-Nahl 16:65)

Bisa dibayangkan kiranya jika bumi tanpa kehadiran air, maka hewan tumbuhan dan manusia bisa di pastikan tidak akan mampun bertahan hidup. Maka bersyukur hidup di bumi nusantara ini yang siklus antara musim hujan dan kemarau relatif seimbang, curah hujan yang stabil tiap tahunnya.

Dikisahkan dulu sewaktu zaman Nabi Yusuf, Mesir pernah di landa musim kemarau Panjang, sungai Nil mengering, tanah menjadi gersang, tumbuhan tidak dapat hidup, dan sumber makanan otomatis hilang, karena tidak ada yang tumbuh dalam kondisi kemarau berkepanjangan tanpa. Namun kondisi seperti itu sudah di Isyaratkan sebelum-sebelumnya dalam mimpi Raja Mesir, setelah ditafsirkan oleh Nabi Yusuf mimpi tersebut. Mengisyaratkan bahwa akan terjadi musim kemarau Panjang. Sehingga dengan itu persediaan bahan pokok makanan yang dibutuhkan sudah disiapkan untuk menghadapi musim paceklik.

Dari cerita ini dan bunyi ayat di atas, dapat di pahami bahwa air merupakan hal yang vital. Para ahli astronomi dan sebagainnya salah satu pertimbangan suatu penemuan planet di alam semesta layak dan dapat didiami oleh manusia adalah ketersediaan airnya, selain oksigen dll.

Makna ayat an-Nahl ayat 16 di atas juga langsung Nampak di ayat-ayat kauniyah Allah, Ketika musim kemarau tiba, tumbuhan mengering, daun-daunnya berguguran, Sebagian mati, sebagian lainnya menyesuaikan diri, hutan lahan gambut menjadi gersang, tanah-tanah berubah kering tandus, Ketika dilihat dengan mata telanjang seolah-olah bumi telah mati. Namun Ketika musim penghujan tiba, benih-benih mulai bermunculan, tanaman-tanaman yang tadinya kering berubah lambat laun menjadi hijau Kembali, sawah ladang yang awalnya gersang, mulai terjadi cocok tanam, hutan-hutan mulai menghijau kembali, dan bumi seolah-olah telah hidup lagi. Sungguh sangat mudah Bagi Allah untuk menghidupkan dan mematikan mahluk di bumi ini. Wallahu A’lam

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 − 1 =