Mbah Moen Wafat di Mekah, Ini Fakta Seputar Berhaji di Usia Lanjut

 Mbah Moen Wafat di Mekah, Ini Fakta Seputar Berhaji di Usia Lanjut
Digiqole ad

HIDAYATUNA.COMKH Maimun Zubair atau Mbah Moen meninggal dunia, atau wafat saat menjalankan ibadah haji di Mekah hari ini, Selasa (6/8/2019). Kyai karismatik ini berpulang di usia 90 tahun. Dari tahun ke tahun, lansia memang mendominasi jemaah haji asal Indonesia.

Beberapa di antaranya berangkat dengan riwayat kesehatan yang dikategorikan risiko tinggi. “Enam puluh persen jemaah haji punya risiko tinggi,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Eka Jusup Singka, dalam wawancara dengan detikHealth baru-baru ini.

dr Eka menjelaskan, risiko yang dihadapi jemaah lansia antara lain mendapat penyakit baru atau risiko sakit makin parah. “Kebanyakan dari calon jemaah haji mengidap PTM (penyakit tidak menular) seperti jantung, infeksi saluran pernapasan paru dan penyakit degeneratif termasuk diabetes melitus,” tambahnya.

Imbauan khusus juga pernah disampaikan Kemenkes untuk jemaah haji berusia lanjut. Di antaranya untuk tidak melakukan ibadah sunnah bila memiliki riwayat sakit kronis.

Imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Data menyebut, 70 persen jemaah haji yang wafat di tanah suci Mekah adalah mereka yang usai menjalani ibadah antara Arafah dan Mina, yang disebut memberi dampak bagi kesehatan jemaah berusia lanjut.

Bahkan pada 2014, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi pernah menganjurkan jemaah berusia lanjut untuk menunda umroh atau ibadah haji. Imbauan kala itu disampaikan terkait merebaknya flu unta atau MERS CoV (Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus).

“Dianjurkan menunda umroh atau haji tahun ini jika ada kondisi sebagai berikut, sakit kronis, daya tahan tubuh rendah, usia di atas 65 tahun (lansia), dan hamil dan anak (di bawah 12 tahun),” katanya saat itu.

(sumber detik.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fifteen − 3 =