Cancel Preloader

Mau Tenang, Selalulah Bersama Allah

 Mau Tenang, Selalulah Bersama Allah
Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Ibn Atha’illah ini berkata : “Seorang ‘arif (yang sangat mengenal Allah) selalu merasa butuh pada-Nya dan hanya merasa tenang kalau bersama-Nya.” Kalimat ini begitu bijak, singkat dan padat disampaikan oleh Ibnu Atha’illah, dalam pesan hikmahnya yang ke-104, yang tertuang di dalam bukunya, Terjemah al-Hikam, hal. 144.

Seorang yang ‘ārif, yang sudah mengenal Allah, mengetahui benar sifat-sifat-Nya, mengetahui benar apa yang diinginkan Allah, dan mengetahui benar apa yang disukai oleh Allah. Kemudian dari situ, dia akan memberi segalanya untuk Allah. Bertambah banyak dia memberi apa yang disukai dan diinginkan Allah, maka Allah bertambah cinta kepadanya.

Ketika Allah sudah senang dengan apa yang telah diberikan oleh orang arif itu, maka Allah akan memberikan segala yang dimintanya. Jika segala yang dimintanya selalu dikabulkan oleh Allah, maka dia membutuhkan Allah. Kalau cinta keduanya sudah bersatu, maka yang mencintai akan selalu memberi apa yang disukai oleh yang dicintai. Sebaliknya, jika yang dicintai selalu diberi oleh yang mencintai, maka yang mencintai akan selalu diberi oleh yang dicintai.

Yang arif, yang mencintai itu selalu senang, tenang, damai bersama dengan yang dicintai. Yang mencintai tidak mau jauh dari yang dicintai. Dia selalu dekat kepada-Nya. Bertambah dekat dia kepada-Nya, maka dia bertambah senang, tenang, dan damai. Karena kedekatannya kepada-Nya, apa pun yang diberikan oleh dicintai, akan diterimanya dengan rida, akan diterimanya dengan sabar, dan akan diterima dengan syukur. Sebab, dia tahu apa pun yang diberikan oleh yang dicintai, baik dirasa baik maupun dirasa tidak baik, semuanya karena cinta-Nya.

Jika si arif itu jauh dari yang dicintai, maka dia tidak akan tenang, tidak akan damai, dan tidak akan tenteram. Sebab, kalau dia jauh dari-Nya, tidak ada tempat baginya buat bersandar, tidak ada pula tempat baginya buat mengadu. Kalau yang dicintai jauh darinya karena tidak memenuhi apa yang diinginkan-Nya, atau karena melakukan sesuatu yang tidak disukai-Nya, maka pada saat itulah si Arif itu tidak akan tenang. Dekat dengan-Nya, dia menjadi tenang, jauh dari-Nya dia menjadi tidak tenang. Selalu dekat kepada-Nya agar hatimu menjadi tenang.

Dikutip dan dikomentari oleh Ahmad Thib Raya. Jakarta-Matraman, Rabu malam, 3 Juni 2020.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × 4 =