Mau Didoakan 70 Malaikat? Baca Surat Ini!

 Mau Didoakan 70 Malaikat? Baca Surat Ini!

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Alquran sebagai petunjuk bagi manusia sehingga surah-surah di dalamnya memiliki keutamaan masing-masing. Salah satunya ialah surah Al-Hasyr yang bermakna penyerangan.

Surah Madaniyyah yang terdiri dari 24 ayat ini berisi tentang kisah makar orang-orang Yahudi Bani Nadhir terhadap orang beriman. Mereka mengingkari kesepakatan yang telah dibuat.

Surah Al-Hasyr ini juga berisi tentang balasan bagi mereka yang mengingkari kebenaran Alquran.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, ada tiga ayat terakhir di surah Al-Hasyr yang perlu diamalkan umat Islam. Membaca surah ini niscaya Allah SWT. akan mengampuni dosa-dosa kita.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Khalid (yakni Ibnu Tahman alias Abul Ala Al-Khaffaf), telah menceritakan kepada kami Nafi ibnu Abu Nafi, dari Maqal ibnu Yasar, dari Nabi SAW yang telah bersabda:

عن معقل بن يسار أنّ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قال: (من قال حين يصبح ثلاثَ مراتٍ أعوذُ بالله السميعِ العليمِ من الشيطانِ الرجيمِ، وقرأ ثلاثَ آياتٍ من آخرِ سورةِ الحشرِ، وكَّل اللهُ به سبعين ألفَ ملَكٍ يصلُّون عليه حتى يُمسي، وإن مات في ذلك اليوم مات شهيدًا، ومن قالها حين يُمسي كان بتلك المنزلةِ

“Barang siapa mengucapkan doa ini di waktu pagi hari sebanyak tiga kali, yaitu: “Aku berlindung kepada Allah Yang Mahamendengar lagi Mahamengetahui dari godaan setan yang terkutuk.”

Malaikat pun Mendoakan

Allah SWT. juga memerintahkan kepada 70 ribu malaikat untuk memohonkan ampunan bagi hambanya hingga petang hari. Hal ini berlaku ketika kita membaca tiga ayat dari akhir surah Al-Hasyr.

“Dan jika mati di hari itu, maka ia mati sebagai syahid. Dan barang siapa yang mengucapkannya di kala petang hari, maka ia beroleh kedudukan yang seperti itu.” (HR Tirmidzi)

Sebagian ulama memperbolehkan pengamalan tiga ayat terakhir surah Al-Hasyr ini sebagai amalan. Meski digolongkan Imam Tirmidzi sebagai hadis gharib (asing), termasuk hadis dhaif atau lemah.

Namun sebagaian lain ulama dengan tegas melarangnya, dan dalam perkara hukum yang bersifat syariah para ulama sepakat melarangnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two + 15 =