Matahari di Atas Ka’bah, Momentum Muslim Perbaiki Arah Kiblat

 Matahari di Atas Ka’bah, Momentum Muslim Perbaiki Arah Kiblat

Matahari di Atas Ka’bah, Momentum Muslim Perbaiki Arah Kiblat

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Hari ini 16 Juli 2020 matahari tepat berada di atas Ka’bah terjadi. Fenomena ini merupakan momentum bagi umat Islam untuk meluruskan arah kiblat shalat.

Memastikan ulang apakah arah kibat sudah benar-benar mengahadap Ka’bah atau tidak. Dalam setahun terjadi dua kali fenomena astronomis tersebut. Yakni setiap tanggal 15-16 Juli dan 27-28 Mei.

Umat Islam menyebutnya sebagai hari yaumu rashdil qiblat (hari meluruskan arah kiblat). Dimana umat Islam memanfaatkan transitnya matahari (istiwa a’dhom) yang berada tepat di atas Ka’bah.

Saat terjadinya peritiwa istiwa a’dhom ini, untuk waktu di Indonesia terjadi pada pukul 16.27 WIB. Sehingga pada waktu tersebut, umat Islam di Indonesia bisa melakukan pengecekan ulang arah kiblat.

Pakar ilmu falak IAIN Surakarta, Muh Nashirudin menjelaskan peristiwa istiwa a’dhom ini merupakan salah satu hikmah perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram.

Menurutnya, salah satu hikmah perpindahan adalah matahari tepat di atas Kabah atau melintasi Masjidil Haram. “Itu bisa menjadi sarana untuk menentukan arah kiblat terutama di Indonesia,” ungkap Muh Nashirudin dilansir dari Tribun, Kamis (16/7/2020).

Saat terjadi fenomena astronomis ini, posisi seluruh bayangan suatu benda yang tegak lurus akan mengarah ke arah kiblat atau Ka’bah.

“Maka dari itu, pada waktu tersebut apabila kita menancapkan benda yang tegak lurus, maka bayangan benda akan mengarah lurus ke kiblat,” jelasnya.

Ilmu ini sudah dipakai oleh umat Islam sejak puluhan tahun lalu untuk memperbaiki arah kiblat masjid, musala, dan bangunan yang akan gunakan untuk shalat.

Cara untuk menentukan Arah Kiblat

Adapun cara sederhana untuk memastikan arah kiblat yang benar dengan memanfaatkan peristiwa istiwa a’dhom adalah sebagai berikut;

Pertama, pilih tempat lapang yang terpapar sinar matahari. Kedua, pastikan posisi permukaan tanah datar. Ketiga, ambil benda benda panjang kemudian tancapkan secara tegak lurus. Keempat, setelah dilakukan nanti akan muncul hasil arah bayangan benda itu jatuh. Disitulah kalian bisa memastikan arah kiblat Anda benar.

Dengan adanya peristiwa matahari tepat di atas Ka’bah tersebut maka umat Islam yang berada di radius antara 2.000 km – 10.000 km dari Ka’bah dapat menentukan arah kiblat secara presisi menggunakan teknik bayangan matahari.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 × three =