Cancel Preloader

Masih Ada Dukung Kilafah, Haedar: Indonesia Final Negara Pancasila

 Masih Ada Dukung Kilafah, Haedar: Indonesia Final Negara Pancasila

Dukung Khilafah

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Disinyalir masih ada beberapa kelompok yang tetap mendukung sistem Khilafah, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir angkat suara.

Dirinya secara tegas mengingatkan kepada kelompok yang mendukung sistem khilafah bahwa Indonesia sudah final memutuskan sebagai negara Pancasila.

Haedar menjelaskan dalam sejarahnya, para pendiri bangsa Indonesia, termasuk tokoh Muhammadiyah telah bersepakat bulat, Indonesia negara Pancasila.

“Kita masih mensinyalir juga, saya baca di beberapa WA, orang-orang di kalangan Islam itu masih mau membela sistem-sistem lain hanya karena kata itu ada dalam Al-Qur’an, Sebut saja misalkan sistem khilafah dan sebagainya,” ujar Haedar Nashir, Jumat malam (16/10/2020).

Ia mengatakan, dalam konteks Indonesia sistem khilafah itu sudah tertolak. Bukan karena konsep itu salah secara teori atau salah dalam konsep siyasah, tapi karena salah dalam dua hal.

“Salahnya dua hal, salah kalau konsep itu dijustifikasi sebagai satu-satunya sistem dalam politik Islam, nah itu salah. Yang kedua lebih salah lagi ketika sistem itu mau diterapkan di Indonesia yang sudah punya sistem lain,” jelasnya.

Menurut dia, hal ini lah yang perlu dipahami oleh umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah. Karena itu lah, menurut dia, para tokoh Muhamamdiyah dahulu akhirnya sepakat untuk melahirkan Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah yang telah diputuskan dalam Muktamar Muhammadiyah ke 47 pada 3-7 Agustus 2015 di Makassar.

“Jadi harap, para pimpinan Muhammadiyah termasuk saya lihat juga ada yang guru besar, jangan keliru dalam memahami itu. Konteksnya adalah itu,” tegasnya.

Tidak hanya sistem khilafah, menurut dia, Muhamamdiyah juga telah sepakat untuk menolak ideologi lain yang datang dari luar, seperti ideologi komunis dan lain-lain.

“Negara sistem komunis jelas kita tolak, termasuk sistem sekuler atau sistem apapun yang bertentangan dengan negara Pancasila Darul Ahdi wa Syahadah,” tegasnya.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

six + two =