Mantan Menteri Afghanistan Jadi Kurir Makanan di Jerman

 Mantan Menteri Afghanistan Jadi Kurir Makanan di Jerman

Eks Menteri Afghanistan Jadi Kurir Makanan di Jerman (Sumber : Twitter)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Meski dulu pernah menjadi orang terpandang di Afghanistan, namun tak membuat Sayed Sadaat merasa malu untuk melakukan pekerjaan apa pun. Sebagai mantan menteri Afghanistan, Sadaat kini beralih profesi sebagai pekerja kurir makanan di Jerman.

Kabar tentang pekerjaan Sayed Sadaat sebagai pengantar makanan ini diunggah salah satu portal berita internasional South China Morning Post. Melalui unggahan di akun Twittenya, South China Morning Post melaporkan bahwa sosok Sayed Sadaat kini bekerja sebagai kurir makanan.

Setelah tidak menjabat sebagai menteri Afghanistan, Sadaat memutuskan hijrah ke Jerman. Di sana ia berusaha mencari kehidupan yang lebih baik. Namun justru pekerjaan yang ia dapat sekarang adalah sebagai seorang kurir makanan.

“Sayed Sadaat adalah seorang menteri komunikasi Afghanistan sebelum pindah ke Jerman. Sekarang bekerja sebagai kurir makanan, dia mengatakan jiwanya bahagia,” tulis laporan South China Morning Post dikutip Sabtu (28/8/2021).

Pria berusia 49 tahun itu menikmati hari-harinya sebagai kurir bersepeda di Leipzig, Jerman. Saadat pindah ke Jerman pada September tahun lalu.

Ia merantai dengan harapan memperoleh masa depan lebih baik, menjadi motivasi utama di balik keputusannya meninggalkan Afghanistan.

Sebelum pindah ke Jerman, Saadat pernah menjabat sebagai menteri komunikasi Afghanistan selama dua tahun. Jabatan itu ditanggalkannya pada 2018. Meski sekarang menjalani kehidupan yang sangat jauh berbeda, dia tetap bersyukur.

Saadat mengungkapkan, beberapa orang di Afghanistan telah mengkritiknya karena dia memilih pekerjaan sebagai kurir bersepeda di Jerman. Namun baginya sekarang, pekerjaan adalah pekerjaan.

“Saya tidak perlu merasa bersalah. Saya berharap politisi lain juga mengikuti jalan yang sama, bekerja dengan publik daripada hanya bersembunyi,” kata dia saat diwawancara Reuters dilansir dari Republika.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

four × two =