Cancel Preloader

Manfaat Bersiwak, Meniru Nabi dari Menyehatkan Hingga Mencerdaskan

 Manfaat Bersiwak, Meniru Nabi dari Menyehatkan Hingga Mencerdaskan

siwak

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Sehari-hari, Nabi Muhammad Saw selalu mengamalkan bersiwak. Bahkan siwak bagi Nabi Muhammad adalah salah satu benda yang tidak pernah tertinggal. Beliau selalu membawa siwak kemanapun Beliau pergi.

Amalan bersiwak ternyata mempunyai keutamaan jika digunakan untuk beribadah. Salah satu contohnya, salat 2 rakaat dengan bersiwak dianggap setara dengan salat 70 rakaat tanpa bersiwak.

Bersiwak atau miswak merupakan sunnah Nabi yang memiliki banyak keutamaan. Rasulullah memerintahkan manusia bersiwak karena siwak itu mensucikan mulut dan diridhai Allah.

Dalam hadis lain, Beliau Saw bersabda: “Kalau tidak memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan berwudlu” (HR Al-Bukhari).

Para ulama dan ilmuwan Islam mengatakan, bersiwak menggunakan pohon ara akan membuat ucapan fasih dan membantu mencerdaskan otak.

Siwak juga menjauhkan setan dan mengundang datangnya para Malaikat. Selain itu menajamkan penglihatan dan menguatkan daya ingatan.

Seorang muslim dapat menggunakan siwak beberapa kali dalam sehari. Misalkan, sesaat sebelum membaca Alquran, setelah makan, sebelum tidur, dan setelah bangun tidur pada pagi hari.

Adapun adab Rasulullah Saw bersiwak adalah berdoa sebelum bersiwak. Salah satu do’a yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah: “Allahumma thahhir bissiwaak Asnaaniy, wa qawwiy bihi Litsaatsiy, wa afshih bihi lisaniy“.

Artinya “Wahai Allah sucikanlah gigi dan mulutku dengan siwak, dan kuatkanlah Gusi gusiku, dan fashih kan lah lidahku”.

Bersiwak dianjurkan menggunakan tangan kanan atau tangan kiri dengan meletakkan jari kelingking dan ibu jari di bawah siwak. Sedangkan jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk diletakkan di atas siwak.

Bersiwak dimulai dari jajaran gigi atas-tengah, lalu atas-kanan, lalu bawah-kanan, lalu bawah-tengah, lalu atas-tengah, lalu atas-kiri, lalu bawah-kiri. Jadi seperti angka 8 yang ditulis rebah. Langkah ini dilakukan 3x putaran. Selesai bersiwak, mengucapkan hamdalah, “Alhamdulillah“.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eighteen − 2 =