Manakah yang Benar: Amma Ba’du atau Amma Ba’da?

 Manakah yang Benar: Amma Ba’du atau Amma Ba’da?

Manakah yang Benar: Amma Ba’du atau Amma Ba’da? (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Tradisinya, setelah membaca hamdalah dan shalawat dalam orasi, pidato atau khutbah biasanya mengucap amma ba’du.

Sekarang, saya semakin sering mendengar orang yang mengucap amma ba’da (dengan fathah) bukannya amma ba’du (dengan dlommah) lagi. Mana yang benar?

Tulisan arabnya adalah أما بعد dan bacaan yang benar adalah “Amma Ba’du” bukan ba’da.

Kata ba’du (بعد) dengan harkat dlammah adalah singkatan dari ba’dahu (بعده). Huruf ha’ dibuang lalu keberadaannya ditunjukkan dengan dlommah.

Arti kata itu adalah: “adapun setelahnya” dalam arti adapun setelah mukadimah hamdalah dan shalawat, lalu pembicaraan inti dimulai.

Kata ganti “nya”dalam kata “setelahnya” itu yang asalnya adalah huruf ha’ lalu diganti dlammah.

ApaBila tidak membuang huruf ha’, maka tulisannya kembali ke standar yaitu ba’dahu (بعده) dengan harkat fathah huruf dalnya.

Bacaan lengkapnya adalah: “Amma ba’dahu, bila misalnya ba’dahu dibaca waqaf, maka menjadi ba’dah. Jangan hilangkan ha’nya ketika huruf dal dibaca fathah.

Adapun bila dibaca ba’da (tanpa ha’ dan harkat fathah), maka kalimatnya jadi tidak lengkap, artinya “adapun sesudah.”

Sesudah apa? Masih belum selesai ucapannya tiba-tiba berhenti dan ganti topik.

Harusnya “adapun sesudahnya.” Bagaimana bila tetap dibaca ba’da dengan mengira-ngira lafadz sambungannya seolah tetap ada meskipun tidak ada?

Hmmm… bisa menurut sebagian ulama, tapi ini tidak lumrah.

Jadi, yang benar adalah ba’du (tanpa ha’), ba’dahu atau ba’dah (dengan ha’). Sebagian memperbolehkan membaca ba’da dengan mengira-ngira lanjutannya, tapi tidak populer.  []

Abdul Wahab Ahmad

Ketua Prodi Hukum Pidana Islam UIN KHAS Penulis Buku dan Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Pengurus Wilayah LBM Jawa Timur.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *