Makna Kata “Dhorr” dalam Bahasa Arab Artinya Istri Pertama?

 Makna Kata “Dhorr” dalam Bahasa Arab Artinya Istri Pertama?

Sebutan Penulis al-Fakir zaman dulu (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Kata “ضر dhorr” dalam bahasa Arab pada mulanya digunakan untuk mengungkapkan antonim dari kata manfaat, dalam arti bahaya atau kerugian. Kemudian, dari kata ini muncullah salah satunya kata “ضرة/dhorroh/istri setelah istri pertama.

Ibnu Faris –Linguis Arab- menyatakan bahwa kata ضرة merupakan isim musytaq dari kata ضر. Seakan-akan istri dhorroh itu merupakan ancaman/bahaya bagi istri pertama begitu pula sebaliknya.

Berikut ini merupakan kisah yang pernah saya tulis terkait ضرة/dhorroh:

Buku Vs poligami

Az-Zubair bin Abi Bakr (w. 256 H) suatu kali berkisah: Keponakanku perempuan berkata pada istriku: Paman saya itu sebaik-baik suami pada istrinya lho. Beliau gak poligami, juga gak beli budak perempuan.

Istriku menimpali: Wallâhi! Buku-buku ini lebih dahsyat daripada tiga “madu” (istri dipoligami).

ﺃﺧﺒﺮﻧﻲ ﺃﺑﻮ ﻃﺎﻫﺮ ﻋﺒﺪ اﻟﻮاﺣﺪ ﺑﻦ اﻟﺤﺴﻴﻦ اﻟﺤﺬاء، ﺃﻧﺎ ﺇﺳﻤﺎﻋﻴﻞ ﺑﻦ ﺳﻌﻴﺪ اﻟﻤﻌﺪﻝ، ﻧﺎ اﻟﺤﺴﻴﻦ ﺑﻦ اﻟﻘﺎﺳﻢ اﻟﻜﻮﻛﺒﻲ، ﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﻮﺳﻰ اﻟﻤﺎﺭﺳﺘﺎﻧﻲ، ﻧﺎ اﻟﺰﺑﻴﺮ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ، ﻗﺎﻝ: “ﻗﺎﻟﺖ اﺑﻨﺔ ﺃﺧﺘﻲ ﻷﻫﻠﻨﺎ: ﺧﺎﻟﻲ ﺧﻴﺮ ﺭﺟﻞ ﻷﻫﻠﻪ، ﻻ ﻳﺘﺨﺬ ﺿﺮﺓ ﻭﻻ ﻳﺸﺘﺮﻱ ﺟﺎﺭﻳﺔ، ﻗﺎﻝ: ﺗﻘﻮﻝ اﻟﻤﺮﺃﺓ: ﻭاﻟﻠﻪ ﻟﻬﺬﻩ اﻟﻜﺘﺐ ﺃﺷﺪ ﻋﻠﻲ ﻣﻦ ﺛﻼﺙ ﺿﺮاﺋﺮ “

الجامع لأخلاق الراوي وآداب السامع

Kisah Ibnul Muhrim, santri Ibnu Jarir al-Thabari

Beliau menikahi seorang perempuan. Ketika istrinya menemui beliau, beliau malah duduk menulis hadis.

Tiba-tiba mertua perempuan beliau datang. Lalu mengambil tempat tinta itu dan melemparkannya, sembari berkata: Aktifitas ini lebih menyakiti anakku daripada 100 “madu” (istri) (dipoligami).

ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﻣﺨﻠﺪ

ﺃﺑﻮ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ اﻟﺠﻮﻫﺮﻱ اﻟﻤﺤﺘﺴﺐ، ﻭﻳﻌﺮﻑ ﺑﺎﺑﻦ المحرم، ﻛﺎﻥ ﺃﺣﺪ ﺃﺻﺤﺎﺏ اﺑﻦ ﺟﺮﻳﺮ اﻟﻄﺒﺮﻱ، ﻭﻗﺪ ﺭﻭﻯ ﻋﻦ اﻟﻜﺪﻳﻤﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ، ﻭﻗﺪ اﺗﻔﻖ ﻟﻪ ﺃﻧﻪ ﺗﺰﻭﺝ اﻣﺮﺃﺓ ﻓﻠﻤﺎ ﺩﺧﻠﺖ ﻋﻠﻴﻪ ﺟﻠﺲ ﻳﻜﺘﺐ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻓﺠﺎءﺕ ﺃﻣﻬﺎ ﻓﺄﺧﺬﺕ اﻟﺪﻭاﺓ ﻓﺮﻣﺖ ﺑﻬﺎ ﻭﻗﺎﻟﺖ: ﻫﺬﻩ ﺃﺿﺮ ﻋﻠﻰ اﺑﻨﺘﻲ ﻣﻦ ﻣﺎﺋﺔ ﺿﺮﺓ.

Nur Hasim

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

6 + four =