Majelis Tahkim Muktamar NU Tersusun, Inilah Fungsinya

 Majelis Tahkim Muktamar NU Tersusun, Inilah Fungsinya

PBNU Ingin Pelibatan Perempuan Dimassifkan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta — Majelis Tahkim merupakan dewan etik yang terdiri dari para ulama sepuh untuk menjaga pelaksanaan Muktamar dengan menjunjung tinggi aturan-aturan dan akhlakul karimah.

Muktamar NU ke-34 di Lampung kali ini terdapat 11 ulama sepuh NU yang duduk di Majelis Tahkim. Antara lain KH Ma’ruf Amin sebagai ketua Majelis Tahkim. Sepuluh anggota yaitu terdiri dari Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri, Mustasyar PBNU sekaligus Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Anwar Manshur, Mustasyar PBNU sekaligus Rais Syuriyah PWNU Nusa Tenggara Barat TGH Turmudzi Badaruddin, Mustasyar PBNU KH Dimyati Rois.

Mustasyar PBNU Habib Lutfi bin Yahya, Rais Syuriyah PBNU KH Nurul Huda Jazuli, Mustasyar PBNU Abuya Muhtadi Dimyathi, Pengasuh Pesantren Nurul Cholil Bangkalan KH Zubair Muntashor, Rais Syuriyah PBNU KH Ali Akbar Marbun, dan Mustasyar PBNU Prof KH Khotibul Umam

Posisi ini melengkapi susunan kepanitiaan selain Penanggung Jawab, Penasihat, Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), dan bidang-bidang, serta komisi.

KH Ma’ruf Amin menyatakan kesiapannya hadir pada Muktamar. Bahkan, Kiai Ma’ruf Amin akan menunggui Muktamar NU di Lampung secara fisik selama berlangsung dari pembukaan sampai penutupan. Hal itu dalam rangka memantau, menunggui, dan menjaga pelaksanaan muktamar.

Kiai Ma’ruf menekankan pentingnya muktamar berjalan dengan mengedepankan musyawarah. Hal ini tidak lain agar muktamar berjalan sejuk.

“Semua pihak mentaati aturan-aturan yang sudah pernah dilakukan pada muktamar-muktamar sebelumnya,” kata Kiai Ma’ruf dilansir dari NU Online, Senin (13/12/2021).

Di antaranya terkait pemilihan Rais ‘Aam PBNU yang tetap menjalankan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Sementara dalam pemilihan Ketua Umum, sesuai aturan, pemilihan dilakukan dengan pemungutan suara oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

Kiai Ma’ruf sebagai Ketua Majelis Tahkim akan mengundang seluruh anggota majelis tersebut. Hal itu guna memusyawarahkan kode etik bagi semuanya dalam pelaksanaan muktamar nanti.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *