Larangan Ghibah dan Bahayanya dalam Islam

 Larangan Ghibah dan Bahayanya dalam Islam

Menghargai Kelebihan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Ghibah atau gosip bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, ghibah mudah sekali untuk kita jumpai. Baik itu ghibah di komplek perumahan, di warung, di pasar, dan tempat-tempat lainnya yang melibatkan beberapa orang di dalamnya.

Mereka yang melakukan ghibah pun kadang tidak sadar jika sedang mengghibah. Fenomena ini ibarat sedang mengobrol biasa yang bagi mereka mungkin untuk mengisi ketiadaan obrolan.

Satu orang menggibahkan seseorang yang tidak ada di lingkaran tersebut, maka ghibah akan terus berlanjut dan justru berkembang. Bahkan bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membiacarakan orang lain.

Menurut Imam Nawawi, ghibah adalah menyebutkan kejelekan orang lain di saat ia tidak ada saat pembicaraan. Di sisi lain, kita ketahui bersama bahwa yang namanya aib haruslah ditutup serapat mungkin.

Jika kita memiliki aib, sudah pasti kita akan berusaha agar aib tersebut tidak tersebar dan diketahui banyak orang. Sebab jika sampai tersebar, dampaknya sangat besar untuk diri kita, terutama mental. Rasa malu, tidak percaya diri, menarik diri dari lingkaran pertemanan, hingga membuat kita melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri.

Larangan Ghibah dalam Islam

Memberikan efek negatif yang besar, maka dari itu ghibah ini sangatlah dilarang oleh Allah SWT. dan berdosa besar jika melakukannya. Sebagaimana telah dijelaskan dalam firman-Nya surat Al-Hujurat ayat 12:

Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seseorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Larangan tentang ghibah ini juga adalah dalam hadis riwayat Ahmad dari Jabir bin Abdullah:

Kami pernah bersama Nabi tiba-tiba tercium bau busuk yang tidak mengenakkan. Kemudian Rasulullah berkata, ‘Tahukah kamu, bau apakah ini? Ini adalah bau orang-orang yang mengghibah (menggosip) kaum mukminin.”

Bahayanya Ghibah

Besarnya dosa ghibah sebanding dengan dosa saat berzina, membunuh, dan dosa besar lainnya. Oleh karena itu, larangan ghibah ini sangatlah keras.

Sebab tidak sedikit orang yang sudah merasa nyaman saat sedang mengghibah hingga lupa waktu. Berikut adalah beberapa bahaya ghibah yang harus kita ketahui.

  1. Mendapatkan Murka Allah SWT

Membicarakan keburukan orang lain dalam ghibah, sama saja dengan menghina makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT. Sebab Allah SWT pastinya sudah menciptakan setiap makhluk sebaik-baiknya dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun kekurangan tersebut bukan untuk dijelek-jelekkan.

Wajar saja jika ada yang mengghibah, maka Allah SWT akan marah. Bahkan tidak ada balasan untuk orang yang sudah Allah SWT benci selain siksa neraka.

  1. Mengerasnya Hati

Orang yang sedang ghibah biasanya lancar sekali untuk membahas keburukan orang lain. Bahkan ada kata-kata tidak layak yang dikeluarkan dari lisannya. Sudah pasti, hati dan pikirannya tidak lagi mengingat Allah SWT melainkan setanlah yang bersarang di hatinya.

  1. Hilangnya Amal Ibadah

Hal inilah yang tidak akan disadari oleh orang yang sedang melakukan ghibah. Saat ia mengghibah, otomatis kebaikan dalam dirinya akan hilang. Sehingga ghibah mampu menghilangkan amal ibadah kita.

  1. Amal Ibadah Ditolak Allah SWT

Betapa bencinya Allah SWT pada ghibah ini. Sehingga bahayanya jika sampai kita mengghibah, maka amal ibadah yang kita lakukan pun sepertinya percuma saja karena akan ditolak oleh Allah SWT.

Dengan mengetahui larangan keras mengghibah dalam Islam berikut bahayanya yang akan kita terima, maka saat bergaul tetaplah berhati-hati.

Jangan mudah terpancing dengan obrolan orang yang mengarah untuk ghibah. Apalagi kita sendiri yang jangan sampai menjadi provokator dari ajang mengghibah.

Widya Resti Oktaviana

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

sixteen + two =