Laki-laki yang Memiliki Hutang Banyak dan Mengagungkan Rasulullah

 Laki-laki yang Memiliki Hutang Banyak dan Mengagungkan Rasulullah

HIDAYATUNA.COM – Dikisahkan, seorang laki-laki yang mempunyai hutang sangat banyak. Setiap hari, rumahnya didatangi orang untuk menagih hutang. Suatu hari ia pergi ke tempat salah seorang saudagar kaya untuk meminjam uang.

Ia akan meminjam uang sebanyak 500 dinar karena laki-laki ini terkenal banyak hutang sampai-sampai saudagar ini bertanya: “Kira-kira kapan Anda akan melunasi pinjaman ini?” “Minggu depan tuan,” jawabnya singkat. 

Ia pun pulang dengan membawa 500 dinar di genggamannya. Ia pun membayarkan hutangnya kepada orang-orang yang datang menagih utang sampai tidak tersisa sama sekali. 

Hari demi hari ia bertambah sulit dan kondisi ekonominya kian terpuruk, hingga jatuh tempo, saudagar kaya itu mendatangi rumahnya dan mengatakan: “Hutangmu sudah jatuh tempo.” Si miskin dengan suara lirih menjawab: “Demi Allah saya sudah tak punya apa-apa.”

Saudagar itu marah dan mengadukannya ke pengadilan. Setibanya di pengadilan, hakim bertanya: “Mengapa Anda tidak membayar hutang Anda?” Si miskin menjawab: “Demi Allah saya tak punya apa-apa tuan Hakim”. 

Maka hakim memutuskan hukuman penjara sampai ia bisa melunasi utangnya.

***

Kemudian si miskin berkata: “Wahai tuan hakim, kalau memang itu hukumannya, tolong berilah saya waktu untuk hari ini saja. Saya mau pulang ke rumah untuk berpamitan dengan keluarga saya kemudian saya berjanji akan kembali untuk di penjara”. 

Hakim berkata: “Bagaimana mempercayaimu? apa jaminannya kalau kamu akan kembali besok? Sedangkan hari ini aku telah menghukum penjara?” 

Lelaki itu terdiam, dan berkata dengan suara lirih: “Rasulullah SAW jaminanku wahai tuan hakim. Jika besok aku tidak datang maka aku bukanlah termasuk umat Rasulullah SAW!” 

Mendengar itu, si hakim tersentak diam dan tersentuh hatinya, ia sadar betapa agungnya Rasulullah SAW, tidak mungkin dia akan berdusta. Kemudian si hakim mengizinkannya pulang. Sesampainya di rumah, dia berkata pada istrinya bahwa besok dia akan di penjara.

Lalu istrinya bertanya: “Wahai suamiku lantas mengapa sekarang engkau bebas?”

“Aku menyebut Rasulullah SAW sebagai jaminanku,” jawab suaminya. 

Istrinya pun menangis dan berkata: “Selama Rasulullah masih menjadi jaminan bagimu maka kita akan bersalawat untuknya”. Mereka pun bersalawat kepada Rasulullah dengan rasa cinta yang dalam.

***

Sampai akhirnya mereka tertidur. Dalam tidurnya laki-laki itu bermimpi melihat Rasulullah SAW memanggilnya: “Hai fulan jika besok telah terbit fajar pergilah ke tempat ulama … dan sampaikan kepadanya bahwa aku menitipkan salam untuknya dan suruhlah ia agar menyelesaikan hutang-hutangmu Jika ulama itu tidak percaya, sampaikan 2 bukti ini.”

Kemudian si miskin itu bertanya: “Apa 2 bukti itu wahai Rasulullah? Rasulullah berkata: “Katakan padanya bahwa di malam pertama ia tuntas membaca salawat.” Seketika lelaki miskin ini terbangun dan pada pagi harinya ia pergi menuju ulama fulan dan berjumpa dengannya.

Lalu si miskin menyampaikan apa yang mimpinya. “Wahai tuan, Rasulullah SAW telah menitipkan salam untuk Anda dan meminta Anda agar menyelesaikan hutang-hutangku.”

Sang ulama bertanya: “Apa bisa dipercaya kebenaran mimpimu itu?”. Laki-laki miskin itu menyampaikan kedua bukti sebagaimana yang dikatakan Rasulallah dalam mimpinya.

“Di malam pertama Anda telah bersalawat kepada Rasulullah SAW sebanyak 1000 kali dan itu sudah Rasulullah terima dan dimalam kedua Anda ragu dengan jumlah bilangan salawat Anda. Kata Rasulullah, bilangannya sudah sempurna dan telah beliau terima.”

***

Mendengar itu, spontan ulama itu menangis karena berita yang sangat menggembirakan bahwa salawatnya diterima oleh sosok manusia paling agung. Maka ulama itu memberi uang 500 dinar dari baitul mal (untuk melunasi utang si miskin) dan 2500 dinar dari harta pribadinya untuk si miskin sebagai tanda terima kasih dg berita gembira. 

Tak berapa lama kemudian si miskin bergegas pergi ke hakim. Sesampainya di tempat hakim, hakim menghampirinya dan berucap: “Kemarilah, berkat Anda aku mimpi berjumpa Rasulullah SAW. Rasulullah SAW telah berpesan kepadaku bahwa jika aku menyelesaikan hutangmu maka kelak Rasulullah SAW akan menyelesaikan perkaraku di akhirat. Ini uang 500 dinar untuk melunasi hutang-hutangmu.”

Belum sampai selesai dia bicara, tiba-tiba pintu ada yang mengetuk. Ketika dibuka, ternyata saudagar penagih hutang yang datang. Dia langsung memeluk si miskin dan menciumnya dan berucap: “Berkat Anda saya mimpi berjumpa Rasulullah SAW . Beliau berkata padaku jika aku merelakan hutangmu maka kelak di hari kiamat Rasulullah akan merelakan segala tanggunganku. Ini uang 500 dinar hadiah untuk Anda dan hutangmu lunas”. 

 

Penulis : Layli Nafis Sufyan

 

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 × 1 =