Lahir dari Tanah Sengketa?

 Lahir dari Tanah Sengketa?

Merampas Tanah Rakyat Antara Ghasab dan Zalim (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Dalam ngaji kitab Muqtathofat bersama PCI NU Jerman, bab Berkah, saya tampilkan slide dan dalil Tabarruk. Pembahasan ini sampai kepada kebiasaan kita yang mencari berkah dari Allah dengan ziarah ke makam ulama.

Pada sesi tanya jawab ada pertanyaan bahwa seseorang akan dikubur di tanah yang menjadi komponen dalam tubuhnya. Berikut hadisnya:

 ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ اﻟﺨﺪﺭﻱ، ﻗﺎﻝ: ﻣﺮ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﺠﻨﺎﺯﺓ ﻋﻨﺪ ﻗﺒﺮ ﻓﻘﺎﻝ: «ﻗﺒﺮ ﻣﻦ ﻫﺬا؟» ﻓﻘﺎﻟﻮا: ﻓﻼﻥ اﻟﺤﺒﺸﻲ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﺳﻴﻖ ﻣﻦ ﺃﺭﺿﻪ ﻭﺳﻤﺎﺋﻪ ﺇﻟﻰ ﺗﺮﺑﺘﻪ اﻟﺘﻲ ﻣﻨﻬﺎ ﺧﻠﻖ» رواه الحاكم

Dari Abu Said, Nabi melewati makam, beliau tanya: “Kuburan siapa ini?” Sahabat menjawab: “Seseorang dari negeri Habasyah/Ethiopia (Afrika Utara)”. Nabi bersabda: “Tiada Tuhan selain Allah. Orang Habasyah itu dibawa dari tanah (kelahirannya) dan langit (negerinya) menuju ke tanah (pemakamannya) dimana ia diciptakan”. (HR al-Hakim)

Lalu jika orangnya suka marah apakah tercipta dari tanah sengketa? Atau jika hidupnya penuh cicilan karena diciptakan dari tanah Petok D?

Ma'ruf Khozin

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *