Kota Muslim Pattani Disebut sebagai Jasa Kontak Tiongkok-Jawa

 Kota Muslim Pattani Disebut sebagai Jasa Kontak Tiongkok-Jawa

Muslim Pattani (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Berdirinya Pattani sebagai kota muslim pada masa lampau disebut sebagai buah dari jasa kontak interaksi antara Tiongkok-Jawa. Sejarawan, Michael Laffan mengungkapkan bahwa Pattani sendiri adalah sebuah kota di ujung selatan Thailand. Dekat perbatasan dengan Malaysia.

Laffan menjelaskan bahwa raja-raja Kepulauan Maluku tidak hanya berhubungan dengan muslim Melayu pada abad ke-15. Perdagangan dengan Tiongkok tetap menjadi kunci bagi kesuksesan yang terus berlanjut di Asia Tenggara. Seperti halnya perpindahan ke agama terakhir dari agama-agama dunia ini.

Dengan demikian, lanjut Laffan, bangsa Tiongkok dan muslim Jawa juga hadir di panggung. Berlayar dari bandar-bandar yang baru saja mengalami perubahan seperti Tuban dan Gresik, yang berhasil masuk ke jalur pelayaran Arab.

“Kemunculan Pattani sebagai sebuah kota muslim juga adalah jasa dari kontak Tiongkok-Jawa. Hal ini dikenang melalui nama pelabuhannya yang juga dikenal sebagai Gresik.” Demikian tulis Michael Laffan dalam bukunya Sejarah Islam di Nusantara dikutip Rabu (27/10/2021).

Laffan menambahkan, Naturalis Jerman Rumphius (1627-1702) belakangan juga berkomentar bahwa orang Jawa di Ambon dikenal sebagai “orang-orang Tuban”.

“Bandar-bandar seperti Gresik dan Tuban muncul di pesisir utara Jawa di bawah pengaruh orang-orang kuat yang sekarang dikenang sebagai para wali. Berasal dari bahasa Arab yang menyiratkan kedekatan kepada Tuhan,” jelasnya.

Tak diragukan lagi diskusi tentang sejarah Islam di Indonesia tak akan lengkap tanpa menyebut “Sembilan Wali” (Wali Sanga), yang dihubungkan dengan Islamisasi Jawa. Mereka meliputi Malik Ibrahim dan “Tuan” (Sunan) Bonang, Ampel, Drajat dan Kalijaga.

Pertama disebut juga dikenal sebagai Mawlana Magribi. Ia merupakan orang Arab yang tiba sekitar 1404 dari Champa (sekarang bernama Vietnam) dan meninggal di Gresik pada 1419.

Beberapa wali lain juga merupakan orang Arab. Barangkali yang paling terkenal adalah murid Mawlana Magribi yang cakap, Sunan Kalijaga. Ia dianggap sebagai perwujudan arketipe muslim Indonesia yang “lentur, tentatif, sinkretis dan yang paling penting multisuara”.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *