Kongres AS Minta Pembangunan Pemukiman di Al-Quds Segera Dihentikan

 Kongres AS Minta Pembangunan Pemukiman di Al-Quds Segera Dihentikan

Pemukiman baru Israel (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Al-Quds – Pemerintah Israel terus berupaya merampungkan proyek E1 untuk mencapai terget pembangunan lebih dari 3000 unit baru di pemukiman baru di wilayah Al-Quds.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Antony Blinken didesak anggota Kongres Amerika untuk menekan pemerintah Israel dan memaksa agar menghentikan pembangun pemukiman ilegal di wilayah E1.

Surat kabar Ha’aretz Israel edisi Selasa (23/11) sebagaimana dilansir Palinfo mengatakan, anggota kongres AS dipimpin Mark Vokan yang mengunjungi Israel dan Tepi Barat beberapa waktu lalu, telah mengirimkan surat kepada Blinken.

Isi surat tersebut memuat kegelisahan mereka atas kebijakan pemerintah Israel yang mendorong pembangunan pemukiman di wilayah E1.

Di dalam Kongres AS tersebut menegaskan bahwa pemukiman zionis di wilayah tersebut, akan menghambat peluang solusi dua negara. Selain itu juga melanggar hukum internasional.

Proyek E1 merupakan proyek pemukiman besar seluas 12 acre. Proyek akan menghubungkannya dengan pemukiman Ma’aleh Adumim di Al-Quds timur. Proyek pembangunan di wilayah E1 ini, akan menciptakan ketersambungan transportasi antara pemukiman Ma’aleh Adumim dengan wilayah Al-Quds terjajah.

Sebelumnya, pihak otoritas Palestina telah mengingatkan bahwa dari proyek ini yaitu mengisolasi kota Al-Quds timur. Isolasi dilakukan dari wilayah sekitarnya, terutama kawasan Palestina di sebelah timur. Kemudian membagi wilayah Tepi Barat menjadi dua bagian, wilayah utara dan selatan, sehingga sangat sulit menerapkan solusi dua negara.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

sixteen − 12 =