Komunitas Muslim Indonesia Resmikan Masjid Baru di Austria

 Komunitas Muslim Indonesia Resmikan Masjid Baru di Austria

Masjid Muslim Austria (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Wina – Diaspora umat Muslim Indonesia di Austria memberikan sumbangsih tersendiri bagi negara tersebut. Baru-baru ini komunitas Muslim Indonesia telah meresmikan masjid di Austria.

Masjid yang diresmikan ini bernama Masjid As-Salam. Pendirian masjid ini diprakarsai langsung oleh para warga negara Indonesia (WNI) muslim di Austria yang tergabung dalam komunitas Warga Pengajian Austria (WAPENA).

Dalam peresmian masjid tersebut turut dihadiri Duta Besar RI untuk Austria, Darmansjah Djumala. Pada kesempatan itu, Djumala yang melakukan peresmian dengan ditandai penandatanganan prasasti masjid.

“Kepemilikan masjid baru As-Salam ‘Warga Pengajian Austria’ (WAPENA) hendaknya tidak hanya dimaknai sekadar memiliki bangunan secara fisik. Namun lebih penting adalah bagaimana bangunan tersebut dapat memancarkan ghirah Islamiyah,” ujar Djumala dalam siaran persnya, dikutip Selasa (5/10/2021).

Lebih lanjut kata dia, dengan adanya masjid ini diharapkan bisa melebarkan nilai-nilai beragama yang moderat, toleran dan menghargai keberagaman.

“Diharapkan masjid tersebut dapat mendukung kegiatan syiar agama Islam yang rahmatan lil’alamin,” kata Djumala.

Dalam acara peresmian dihadiri sekitar 25 anggota pengurus dan Dewan Penasehat WAPENA, serta jajaran KBRI/PTRI Wina. Kegiatan berjalan dengan khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua Umum WAPENA, Arya Gunawan Usis menyampaikan, sejak dibentuk pada 1990-an, komunitas ini memiliki impian dan berupaya untuk dapat memiliki masjid sendiri. Saat ini, masjid As-Salam WAPENA menempati satu ruangan yang disewa sejak 2012.

“Tekad untuk memiliki masjid sendiri tercetus pada 2013. Kita melakukan penggalangan dan mengumpulkan dana donasi hingga akhirnya dapat membeli bangunan di Rauscherstrasse 7,” kata Arya.

Bangunan itu memiliki luas total 165 meter persegi. Selama 40 tahun, bangunan itu dipakai untuk gereja. Namun, lima tahun terakhir, bangunan itu disewa dan digunakan sebagai kantor oleh salah satu partai politik Austria.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

four × 3 =