Koalisi Muslim Sunni Lebanon Tuntut Penyelidikan Tuntas Kasus Ledakan Beirut

 Koalisi Muslim Sunni Lebanon Tuntut Penyelidikan Tuntas Kasus Ledakan Beirut

Koalisi Muslim Sunni Lebanon Tuntut Penyelidikan Tuntas Kasus Ledakan Beirut

HIDAYATUNA.COM – Koalisi Muslim Sunni Lebanon yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri pada Rabu menyatakan “kecurigaan” atas ledakan besar di Beirut, Selasa (4/8/20).

Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (6/8/20) Koalisi Muslim Sunni menyoroti berbagai hal terkait ledakan dahsyat yang menghancurkan ibu kota Lebanon itu di antaranya waktu kejadian, kondisi dan lokasinya, serta bagaimana insiden besar itu bisa terjadi dan “bahan mudah terbakar” yang gadang-gadang menjadi penyebabnya.

Dalam sebuah pertemuan kelompok yang secara darurat dilangsungkan di kediaman Beit al-Wasat Hariri di Beirut tengah, Lebanon’s Future Movement mendesak Pemerintah Lebanon, “dengan semua lembaga, kepresidenan dan komponennya melakukan penyelidikan, peradilan dan keamanan secara transparan dan tidak dapat ditawar-menawar, menolak, atau berpaling dari kebenaran, lepas tanggung jawab terhadap hal tersebut. “

Menurut Koalisi tersebut agar Libanon dapat mencapai penyelidikan transparan terkait peristiwa ledakan besar yang menelan banyak korban tersebut, maka diperlukan keterlibatan internasional, pakar internasional dan komite khusus pengungkap fakta demi mencapai keadilan bagi Beirut dan rakyatnya.

Sebelumnya lebakaran di sebuah gudang yang berisi bahan peledak di Pelabuhan Beirut menyebabkan ledakan besar pada Selasa lalu. Ledakan tersebut menewaskan setidaknya 135 orang dan hampir 5.000 lainnya terluka. Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan proses evakuasi yang terus berlangsung untuk menemukan para korban lainnya yang masih terjebak dalam reruntuhan.

Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan besar-besaran di beberapa lingkungan di ibu kota.

Presiden Michel Aoun mengatakan amonium nitrat sebagai sumber ledakan dahsyat yang terdengar di seluruh kota Beirut dan sekitarnya dan menyebabkan kerusakan parah hingga meratakan gedung-gedung.

Dewan Pertahanan Tertinggi Lebanon menyatakan Beirut sebagai zona bencana dan mengumumkan keadaan darurat di ibu kota Lebanon itu selama dua minggu.

Ledakan itu memperdalam kesengsaraan negara yang selama berbulan-bulan bergulat dengan krisis ekonomi yang parah dan polarisasi politik yang dalam.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nine − 7 =