Cancel Preloader

Kisahkan Pembunuhan Ali, Gus Baha: Ini Ngaji Saya Paling Ekstrem

 Kisahkan Pembunuhan Ali, Gus Baha: Ini Ngaji Saya Paling Ekstrem

Gus Baha Kisahkan Pembunuhan Ali

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ulama kharismatik, KH Bahauddin Nursalim atau dikenal Gus Baha kisahkan pembunuhan Sayyidan Ali ra.

Pembunuhan Ali ra itu Gus Baha kisahkan saat ngaji Kitab Shahin Bukhari – Hadis 7084 yang diunggah akun Santri Gus Baha di Spotify.

Dalam ngajinya tersebut, Gus Baha menyebut, ngajinya kali ini sebagai ngaji paling ekstrem yang pernah ia lakukan selama kajian.

Hal itu disampaikan Gus Baha saat menceritakan sejumlah tragedi besar dalam Islam.

Seperti kasus pembunuhan sahabat Ali yang dilakukan oleh kelompok Khawarij.

“Ketika Ali dibunuh, itu melalui rapatnya kaum Khawarij, orang orang shaleh ekstrem,” kata Gus Baha dikutip Hidayatuna.com, Kamis (17/9/2020).

Hal ini bermula saat kelompok Khawarij melalukan rapat.

Mereka menilai bahwa yang membuat Islam kacau itu ada tiga nama yakni Ali, Muawiyah, dan Amr ibn Ash.

“Akhirnya lewat rapat kesalehan ini pula mereka memutuskan pembunuhan,” ujar Gus Baha.

Atas kasus itu, Gus Baha menjelaskan  bahwa kasus di atas menunjukkan bahwa kesalehan yang menyebabkan kegaduhan.

Jadi, lanjut dia, tidak melulu kesalehan itu melahirkan kebaikan.

Termasuk seperti kasalehannya orang Khawarij melahirkan pembunuhan.

“Yang sial pas Sayyidina Ali, ditebas kena kepalanya. Akhirnya wafat,” ungkap Gus Baha.

“Cuma yang menjadi tragedi dalam Islam ini, kenapa matinya orang-orang saleh ini lewat keputusan kesalehan?” tanya Gus Baha.

“Ini ingat-ingat sampai mati. Ini ngaji saya paling ekstrem sepanjang saya ngaji. Jadi jangan sampai kesalehan melahirkan tragedi,” sambungnya.

Itulah mengapa Gus Baha mengingatkan, jangan sampai karena beda partai atau pandangan sesama umat Islam saling membunuh.

Gus Baha menjelaskan satu hal yang paling ditakutkan oleh Nabi adalah fitnah dari dalam agama.

Misalnya orang yang karena berpegangan pada hadist atau ayat tertentu, kemudian ia punya paham.

“Kemudian sebagian paham ini kadang harus ekstrem,” katanya.

“Misalnya si kiai itu halal darahnya, si kelompok tertentu halal darahnya. Akhirnya terjadi pembantaian,” lanjut Gus Baha.

Dan itu, Gus Baha melanjutkan, benar benar terjadi pada kelompok Khawarij.

Kelompok ini berpendapat orang yang melakukan dosa kecil itu sama dengan orang melakukan dosa besar.

“Sementara fa’ilul kabirat dianggap kafir. Akhirnya kelompok Khawarij rapat internal memutuskan biang keladi dalam Islam itu tiga,” ujarnya.

“Dan harus dibunuh semua. Yaitu Muawiyah bin Abi Sofyan, Ali bin Abi Tholib dan Amr bin Ash,” imbuh Gus Baha.

Akhirnya tragedi pembunuhan benar benar terjadi. Dimana, kata Gus Baha, satu keputusan membunuh justru diputuskan oleh orang saleh.

Sebuah kelompok orang yang mengaku ingin menjauhi dosa besar juga dosa kecil.

“Kenapa saya menyampaikan demikian, jangan sampai, karena atas nama beda partai tapi sama sama Islam saling bunuh membunuh,” tandasnya.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

9 − 4 =