Kisah Rasulullah yang Disandarkan Pada Keterangan Riwayat Hadis Mu’adz

 Kisah Rasulullah yang Disandarkan Pada Keterangan Riwayat Hadis Mu’adz

Teladan Kesabaran dari Para Utusan Tuhan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Mu’adz bin Jabal meriwayatkan sejumlah hadis dari Rasulullah Saw., banyak pula kisah yang disandarkan pada keterangan darinya. Diceritakan pada hari itu, muazin mengumandangkan azan seperti biasa sebagai tanda masuknya waktu Subuh.

Kaum Muslimin pun mulai berdatangan ke Masjid Nabawi. Mereka hendak mengikuti salat berjemaah yang dipimpin Rasulullah Saw.

Awalnya, para sahabat mengira tidak ada yang aneh pada subuh itu. Namun, lama-kelamaan mereka menyadari bahwa Rasulullah Saw tak kunjung tiba.

Keterlambatan itu merupakan hal yang tidak biasa. Bagaimanapun, seluruh jemaah dengan sabar dan tenang menunggu beliau Saw.

Cukup lama juga waktu berlalu untuk menantikan kedatangan Rasulullah Saw. Hampir saja matahari terbit.

Sejurus kemudian, jemaah melihat beliau memasuki masjid dengan bergegas. Langsung saja Rasulullah Saw memosisikan diri sebagai imam.

Salat subuh pun dimulai. Kali ini, beliau sengaja memperlekas salatnya agar tidak masuk akhir waktu. Surah-surah yang dibacanya sesudah al-Fatihah pun pendek-pendek.

***

Setelah salam, Rasulullah SAW kemudian menghadap ke arah para sahabat. “Tetaplah kalian di tempat masing-masing,” kata beliau.

Maka jemaah pun tidak meninggalkan Masjid Nabawi. Sesudah itu, Rasulullah SAW berkata lagi, “Aku akan menyampaikan kepada kalian, mengapa aku terlambat mengimami salat subuh ini.”

“Semalam,” tutur beliau, “aku terbangun, dan kukerjakan shalat. Setelah itu, aku terserang kantuk yang amat berat. Kedua mataku tak kuat untuk tetap terjaga sehingga kutertidur.

Dalam keadaan demikian, tiba-tiba aku merasa berada di hadapan Allah. Dia menyapaku, dan aku membalas salam-Nya. Sesudah itu, Dia berkata, ‘Tahukah engkau apa yang sedang diperbincangkan para malaikat tentang kalian (umat Islam)?’

Aku menjawab, tidak tahu mengenai perbincangan para malaikat. Dia mengulang lagi pertanyaan itu hingga tiga kali. Setiap itu pula, kujawab dengan kata-kata yang sama.

Aku kemudian melihat Dia meletakkan tangan-Nya di antara dua bahuku hingga aku merasakan dingin jari-jari-Nya. Setelah itu, tiba-tiba segalanya tampak jelas dan aku mengetahui jawaban dari pertanyaan Dia.

***

Kemudian, Dia kembali menyapaku dan bertanya dengan pertanyaan yang sama, ‘Apa yang diperbincangkan para malaikat tentang kalian?’

‘Mereka berbincang tentang kafarat, amalan-amalan penghapus dosa,’ jawabku.

‘Apakah kafarat tersebut?’

‘Melangkahkan kaki menuju masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah. Kemudian, tetap berdiam setelah shalat untuk berzikir kepada-Mu. Kemudian, tetap menyempurnakan wudhu walaupun cuaca sedang sulit (sangat dingin atau terik).’

‘Apakah ada lagi hal lain yang dibicarakan para malaikat tentang umat Islam?’ tanyaku lagi.

‘Tentang amalan yang bisa mengangkat derajat manusia.’

‘Amalan apa sajakah itu?’ tanyaku kemudian.

‘Menyantuni orang miskin, berkata dengan lemah lembut kepada orang lain, dan mengerjakan shalat malam saat kebanyakan orang sedang terlelap.’

***

Allah Ta’ala kemudian menyuruhku, ‘Mintalah kepada-Ku!’, maka aku pun berdoa, ‘Allahumma inni as`aluka fi’la al-khairat watarka al-munkarat, wahubba al-masakin, wa antaghfiralii watarhamnii, wa idza aradta fitnatan biqaumin fatawaffanii ghaira maftunin, wa as`aluka hubbaka wahubba man yuhibbuka, wahubba ‘amalin yuqarribunii ila hubbika’.”

(Artinya: ‘Ya Allah! Aku mohon kepada Engkau segala perbuatan baik, kekuatan meninggalkan kemungkaran, mencintai orang-orang miskin, dan agar Engkau senantiasa mengampuni dan merahmatiku. Jika Engkau menghendaki suatu cobaan pada suatu kaum, jagalah diriku agar tidak terkena fitnah. Aku memohon Engkau memberikan kemampuan untukku mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, serta amal-amal yang mendekatkan diriku pada kecintaan-Mu.’)

Setelah menjelaskan pengalamannya itu, Rasulullah SAW berpesan kepada seluruh sahabatnya, “Ini adalah kebenaran. Maka pelajarilah dan ajarkanlah kepada orang lain!”

Berdasarkan hadis di atas, yang diperoleh dari r

 

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *