Kisah Pria Meksiko jadi Mualaf, Alasannya Mengejutkan!

 Kisah Pria Meksiko jadi Mualaf, Alasannya Mengejutkan!

Kisah Pria Meksiko jadi Mualaf

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Seorang profesional dalam bidang pemasaran asal Meksiko Ricardo Abraham Gonzalez Rubio memutuskan untuk memeluk Islam setelah hampir tiga bulan tinggal di Dubai.

Ricardo memutuskan memeluk Islam tiga hari sebelum bulan suci Ramadan tahun 2017. Kini, setelah kurang lebih tiga tahun menjadi seorang Muslim, Ricardo mengaku ingin berbagi kepada orang lain tentang Islam dan mengajak orang lain menjadi lebih baik.

“Saya ingin mengetahui bagaimana menjelaskan hal-hal yang telah kulihat. Saya ingin berbagi. Ini semua tentang membantu orang menjadi lebih baik,” ujar Ricardo, dikutip dari Khaleej Times, Rabu (17/6/20).
.
“Ketika saya pindah ke Dubai tiga tahun lalu, saya melakukannya untuk merasa aman dan terjamin. Dan saya punya dua pilihan di depan saya – saya bisa kembali ke cara berpesta yang berlebihan, atau saya bisa menjalani kehidupan yang damai dan berdoa,” kenangnya.

Keputusan Pria Meksiko kemudian membuat teman-teman Muslimnya di negara itu menyambutnya dan berterima kasih atas keputusan tersebut. Ia menceritakan dirinya tertarik dengan Islam karena banyak hal salah satunya karena Islam mengajarkan untuk memberikan yang terbaik hanya untuk Allah SWT. Sehingga menurut Ricardo, hal tersebut menciptakan versi terbaik dari dirinya.

“Mereka menyambut saya, dan berterima kasih, karena telah memberikan yang terbaik dari diri saya kepada Tuhan, bukan kepada siapa pun. Itu (Islam) menciptakan versi terbaik dari dirimu,” kata Ricardo

Kini Ricardo mengubah namanya menjadi Ibrahim setelah beragama Islam.

Mulanya Ricardo merasa tertarik dengan kebudayaan Islam mengingat dirinya tinggal di negara Islam. Sehingga ia langsung mempelajari budaya Uni Emirat Arab mengenai budaya dan agama sedari pertama menginjakan kaki di Dubai.

Ia merasa banyak hal menarik tentang Islam yang ia dapatkan sehingga suatu ketika muncul keinginan dari benaknya untuk berkunjung di malam hari ke Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi.

Saat itu didapatinya masjid tersebut telah tutup. Lalu seorang pengurus masjid datang dan membiasrkan Ricardo masuk dan menikmati suasana masjid tersebut sendiri ketika sudah tidak ada lagi pengunjung lainnya.

“Saya memiliki masjid sendiri. Itu mengubahku, saya merasakannya. Saya tersentuh. Begitu saya merasakannya, saya melupakan semua tekanan. Itu indah,” ujar Ricardo.

Ricardo baru memberi tahu orangtuanya bahwa ia telah masuk Islam setelah dua setengah tahun, tidak disangkanya bahwa keluarganya memberikan dukungan.

Ketika ayahnya bertanya mengapa, Ricardo menjawab: “Ini adalah percakapan antara Tuhan dan aku. Tidak ada yang berubah di antara kami (ayah dan anak). Aku akan selalu mencintaimu.”

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

four + four =