Kisah

Kisah Kiai Ahmad Dahlan Bangun Muhammadiyah Pakai Uang Pribadi


HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Siapapun tentu sudah tidak asing lagi dengan sosok KH Ahmad Dahlan, yakni ulama besar Nusantara sekaligus pendiri ormas keagamaan Muhammadiyah. Ada kisah menarik dari sosok Kiai Ahmad Dahlan ini saat awal awal mendirikan Muhammadiyah.

Dalam sebuah artikel yang ditulis Affandi sebagaimana dimuat di website resmi Muhammadiyah, menjelaskan bahwa Kiai Ahmad Dahlan menggunakan kekayaanya sendiri dalam membangun dan mengembangkan Muhammadiyah.

Disebutkan bahwa setelah Muhammadiyah berdiri pada 18 November 1912, Kiai Ahmad Dahlan tak segan merogoh sakunya sendiri untuk membiayai kegiatan Muhammadiyah.

Ia bahkan tidak ragu melelang berbagai barang kesayangannya termasuk 3 setel baju yang dimiliki supaya bisa membiayai kegiatan sekolah. Suatu kali karena sudah tidak ada lagi yang bisa dilelang, Kiai Ahmad Dahlan meminjam uang.

Hal ini sebagaimana yang dikenang oleh cicit Kiai Ahmad Dahlan, yakni Haris Darmawan Zuhair kesempatan diskusi daring yang diunggah di kanal youtube 21 Agustus 2020.

Disitu, Haris Darmawan Zuhair menceritakan, “Pernah Kiai mengundang orang-orang kaya untuk meminjam uangnya, dikira mereka untuk kepentingan pribadi Kiai, ternyata untuk membangun sekolah.”

Sebagai anak seorang ulama untuk dua Kesultanan (Solo dan Yogyakarta), KH. Ahmad Dahlan sebetulnya punya harta benda yang berkecukupan. Apalagi ia punya usaha kain batik yang penjualannya mencapai negeri Filipina.

Menurut Haris, Kiai Ahmad Dahlan punya tanah seluas 1.500 m di Kauman yang digunakan untuk menggarap usaha batiknya. Selain di Kauman, tanah di Suronatan telah diwakafkan menjadi SD Muhammadiyah.

Haris tak menampik bahwa ada jasa para Habaib di Jakarta dalam memberikan dukungan dana kepada Kiai Ahmad Dahlan pada masa awal Muhammadiyah.

“Tetapi bukan untuk mendirikan Muhammadiyah melainkan untuk membantu berdirinya sekolah-sekolah Muhammadiyah,” jelasnya.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close