Cancel Preloader

Kisah Kezaliman

Kisah Kezaliman Rezim Fir’aun yang Relevan dengan Rezim Sekarang?

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Kisah tentang kezaliman sebuah negeri dengan pemerintahannya 2000 tahun SM silam menjadi sejarah Islam yang membuktikan kebesaran Tuhan. Ini adalah kisah kezaliman rezim Fir’aun kepada rakyatnya yang barangkali relevan dengan dunia sekarang ini.

Muhammad Natsir dalam ceramahnya menyebutkan bahwa kisah mengenai kezaliman rezim Fir’aun 2000 tahun silam ini mungkin bisa diperbaharui di jaman ini. Ulama sekaligus politisi dan pendiri Partai Masyumi ini mengatakan bahwa Fir’aun berasal dari manusia miskin.

Sekitar 2000 tahun SM silam, Fir’aun diangkat oleh rakyatnya dengan dukungan sepenuh hati. Di antara orang-orang di sekitar Fir’aun itu adalah serigala-serigala bermantel manusia, yang paling pintar merayu dan memuji Fir’aun.

M Natsir mengatakan dalam tausiyahnya, Fir’aun adalah manusia yang paling gila pujian. Oleh sebab itu, M Natsir mengatakan bahwa ada 2 faktor manusia, yakni pandai memuji adalah iblis dan senang dipuji adalah Fir’aun.

Kesombongan Fir’aun

Lama kelamaan Fir’aun berkaca bahwa dirinya semakin hari semakin hebat. Ia merasa perlu mendapatkan penghormatan sebanyak-banyaknya. Penghormatan datang dari satu provinsi sehingga timbul niatan Fir’aun untuk melakukan membuat program pembangunan nasional.

Fir’aun pun lantas melakukan pembangunan besar-besaran dengan segala kerusakannya demi sebuah pembangunan. Dia tidak peduli dengan air mata rakyatnya, dia tidak peduli dengan darah rakyatnya. Orang yang lemah ditindas dan yang kaya menjadi raja pada waktu itu.

Mereka yang pandai mencari muka itulah yang senang dalam hidupnya sehingga terjadilah adegan sedih di kerajaan Fir’aun pada waktu itu. Dua golongan tercipta langsung.

Satu kelompok merupakan kelompok melarat yang antipasti terhadap pemerintahan Fir’aun, satu kelompok lagi adalah anjing-anjing penjilat. Mengipas-kipaskan ekornya dihadapan rezim Fir’aun laknatullah pada waktu itu.

Akhirnya praktik ini dilakukan oleh Fir’aun, menguras semua yang ada. Tidak ada lagi harta rakyat, rumah rakyat digusur, tanah rakyat dirampas, kebun kopi rakyat dirampas, karet rakyat dihabiskan, laut rakyat dimakan jugam semua istri-istri rakyat diobyekkan juga pada waktu itu.

Mimpi Fir’aun yang Bermakna

Melihat semakin hari dalam tiap-tiap pelita Fir’aun laksanakan, semakin merasa bahwa dia adalah manusia paling super di dunia.

Sekali waktu Allah goda Fir’aun dengan satu mimpi yang cukup indah tetapi meresahkan. Ketika bangun tidur dari mimpinya itu, ia diminta meminum kopi tidak bisa. Telentang salah, duduk pun salah apalagi miring juga salah, tidur salah. Bertanyalaj Menteri Sekretaris Negara Fir’aun pada waktu itu, “Tuanku Baginda Raja, apa gerangan yang Tuan alami?”

“Saya bermimpi, apa kira-kira makna mimpi saya ini?” jawab Fir’aun sembari menceritakan perihal mimpinya. Menteri Sekretaris Negara pun membalas, “ Tuan Baginda, mimpi yang menyebabkan Tuan resah ini adalah keresahan nasional. Oleh sebab itu, perlu kita cari dukun yang ampuh untuk menerjemahkan mimpi itu,” kata M Natsir mengisahkan Fir’aun saat itu.

Keesokannya Fir’aun mengadakan rapat terbatas dan menghasilkan keputusan untuk mengundang seluruh dukun dari berbagai penjuru. Berkumpullah semua dukun beserta fasilitasnya demi mengetahui arti mimpi Fir’aun.

Generasi yang Menghancurkan Kezaliman Rezim Fir’aun

Maka setelah dukun dikumpulkan, diputuskanlah bahwa makna dari mimpi Fir’aun tersebut adalah akan lahir generasi yang menghancurkan kelestarian kekuasaan Fir’aun dan antek-anteknya. Semua dukun sepakat bahwa mimpi Fir’aun itu bermakna dan semua menyetujui hasil keputusan makna mimpi itu.

Setelah disampaikan, Fir’aun dan seluruh menterinya berkumpul dan kembali membahas makna mimpi yang dialaminya. Keputusan menyebut bahwa perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin untuk tidak boleh lahir generasi laki-laki.

Fir’aun memerintahkan menterinya untuk membentuk komando penjagaan agar diketahui segera siapa yang melahirkan bayi laki-laki. Semua perempuan menjadi gelisah. Itulah awal mula kemunculan generasi yang menghancurkan kezaliman Raja Fir’aun saat itu.

Hendaknya kisah kezaliman rezim Fir’aun ini dapat kembali kita renungkan untuk kondisi dunia saat ini, dan khususnya Indonesia.

Pipit Enfiitri

Pipit Enfiitri

https://hidayatuna.com/

Suka menulis hal-hal random yang dekat dengan dirinya.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × 4 =