Kisah Jenaka Pengakuan Preman Pengen Ngaji

 Kisah Jenaka Pengakuan Preman Pengen Ngaji

Coba Cara Ini Ketika Merasa Iman Mulai Melemah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Sosok Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Mergosono, Malang, Masduqi Machfudz punya pengalaman unik saat diundang ngaji di salah satu seorang pimpinan preman. Dimana sang preman memberikan pengakuan lugu saat ditanya alasan dia mengundang Kiai untuk ngaji di tempatnya.

Kisah jenaka ini diunggah akun Twitter @sejarah_ulama melalui utasnya. Dijelaskan bahwa saat Kyai Masduqi diminta untuk mengisi pengajian di rumah preman, ia mengajukan pertanyaan kepada kepala preman.

“Sampeyan (kamu) itu kan preman, kok ngundang saya untuk memberi pengajian?” tanya Kyai Masduqi kepada pimpinan preman.

Pimpinan preman kemudian menjawab meski dirinya preman, ia juga pengen ngaji. Soal profesi itu hal lain.

“Begini, Kyai. Walaupun saya ini preman, saya tetap ingin beribadah. Ngaji itu ibadah, Kyai. Lha nyopet itu kerja. Ngaji ya ngaji, Kyai, kerja ya kerja,” kata si pimpinan preman.

“Jangan dicampur-campur,” tambah si pimpinan preman dengan polos.

Kyai Masduqi pun tertawa terpingkal-pingkal mendengar penuturan si pimpinan preman ini.

Sebagai informasi, Kyai Masduqi Machfudz merupakan ulama Jawa Timur yang memiliki garis keturunan Syekh Abdullah al-Asyik bin Muhammad yakni Jagabaya dari kerajaan Mataram.

Ia lahir 1 Juli 1935 M, di Desa Saripan, (Syarifan) Jepara, Jawa Tengah. Kyai Masduqi merupakan putra dari pasangan KH. Machfudz dan Nyai Chafsoh.

Ia wafat hari Sabtu tanggal 1 Maret 2014 M/28 Rabiā€™ul Akhir 1434 H di usia 78 tahun. Setelah sebelumnya dirawat beberapa hari di RS. Saiful Anwar, Malang.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *