Cancel Preloader

Kisah Ijtihad

Kisah Ijtihad Mu’adz bin Jabal Pada Masa Nabi

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ijtihad dalam Islam sudah lebih dulu pernah dilakukan pada masa Nabi sebelum ada itjihad para ulama-ulama di generasi berikutnya.

Salah satu ijtihad pada masa Nabi pernah dilakukan oleh sahabat Nabi yang pandai dalam bidang fiqh yakni Mu’adz bin Jabal.

“Pada masa Nabi Muhammad SAW, para sahabat pernah melakukan ijtihad dan dibenarkan oleh Nabi.” Demikian diungkapkan Abdullah Musthafa al-Maraghi dalam bukunya berjudul Ensiklopedia Lengkap Ulama Ushul Fiqh Sepanjang Masa dikutip, Selasa (17/11/2020).

Ia menjelaskan, salah seorang sahabat bernama Mu’adz bin Jabal pernah mendapat tugas ke luar kota oleh Nabi Muhammad SAW. Tugas tersebut ialah untuk menjadi seorang hakim.

Sebelum Mu’adz bin Jabal berangkat ke Yaman untuk melaksanakan tugas dari Rasulullah SAW sebagai hakim di sana. Beliau SAW bertanya, “Dengan dasar apa kamu akan memutuskan perkara?”

Mu’adz bin Jabal pun menjawab, “Dengan Kitab Allah,” ujarnya.

Rasulullah SAW kemudian menanyakan lagi, “Jika tidak kamu temukan dalam Kitab Allah?”

Mu’adz bin Jabal menjawab, “Aku putuskan berdasarkan Sunnah Rasulullah.”

Mendengar itu, Nabi Muhammad SAW kemudian mengajukan pertanyaan lagi kepada Mu’adz bin Jabal, “Jika Jika di sana tidak juga kamu dapati?” tanya Rasulullah.

Mu’adz bin Jabal kemudian menjawab, “Aku akan putuskan dengan pikiranku semaksimal mungkin,” jelasnya

“Jawaban ini dibenarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan Nabi SAW kemudian bersyukur kepada Allah SWT yang memberikan petunjuk-Nya kepada utusan Rasul-Nya itu,” ujar Musthafa al-Maraghi.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × one =