Cancel Preloader

Kisah Hijrah Pertama Muslim ke Ethiopia di Bulan Rajab

 Kisah Hijrah Pertama Muslim ke Ethiopia di Bulan Rajab

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Kaum Muslim pertama kali hijrah ke Ethiopia saat bulan Rajab. Saat itu, di akhir tahun keempat setelah Nabi Muhammad menerima wahyu kaum Muslim mengalami berbagai penganiayaan.

Penganiayaan yang dialami kaum Muslim semakin memburuk dari hari ke hari dan bulan demi bulan, hingga situasinya menjadi sangat parah. Pada pertengahan tahun kelima kenabian, penganiayaan kian tidak dapat ditoleransi lagi.

Kaum Muslim pun mulai memikirkan cara serius untuk menghindari siksaan menyakitkan yang diberikan mereka dapatkan. Tekanan terhadap Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslim itu berawal dari kesedihan yang dialami Nabi SAW yang diuji kenabiannya oleh orang Yahudi. Hingga kemudian turun wahyu berupa surah Al-Kahfi.

Menurut Ibn Katsir, asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah al-Kahfi adalah kaum Quraisy ingin mempertanyakan tentang Nabi Muhammad kepada pendeta Yahudi.

Pendeta Yahudi itu lantas menyuruh utusan Kaum Quraisyi untuk menanyakan tiga hal kepada Nabi. Jika Muhammad mampu menjawab ketiga hal itu, maka ia benar-benar Nabi yang diutus, tetapi jika tidak maka dia hanya orang yang mengada-ada saja.

Nabi SAW sempat bersedih hati lantaran wahyu tentang sejumlah hal yang ditanyakan Yahudi itu tak kunjung turun. Hingga kemudian, di tengah rasa putus asa itu, Allah menurunkan Surah Al-Kahf (surat ke-18 Alquran), yang terdiri dari jawaban pasti atas pertanyaan-pertanyaan yang sering dilecehkan oleh kaum musyrik Makkah kepada Nabi Muhammad SAW.

Mengapa Ethiopia?

Pada saat itu, Nabi SAW telah mengetahui raja Abyssinia (Ethiopia) adalah seorang penguasa yang adil kepada kaumnya. Oleh karenanya, Nabi mengizinkan beberapa pengikutnya mencari suaka di Abyssinia (Ethiopia).

Pada bulan Rajab tahun kelima kenabian, sekelompok orang yang terdiri dari 12 pria dan empat wanita pergi hijrah ke Abyssinia (Ethiopia). Di antara mereka ialah Utsman bin ‘Affan dan istrinya Ruqaiyah (putri Nabi SAW).

Mereka menyelinap keluar dari Makkah di bawah tirai tebal di malam hari dan menuju laut, di mana dua perahu kebetulan berlayar ke Abyssinia (Ethiopia), tujuan mereka. Berita kepergian mereka itu sampai ke telinga orang Quraisy.

Sehingga, beberapa orang dikirim untuk mengejar mereka. Namun, sekelompok Muslim itu telah meninggalkan Pelabuhan Shuaibah menuju tempat berlindung yang aman di mana di sana mereka diterima dengan hangat dan disambut dengan ramah.

Tatkala sekelompok Mukmin itu berhijrah, Nabi Muhammad SAW dan pengikutinya terus berdakwah di Makkah. Suatu hari, di bulan Ramadhan, Rasulullah pergi ke Masjid Al Haram. Di sana, tengah berkumpul para pembesar kaum Quraisy.

Rasulullah kemudian berdiri di tengah-tengah mereka dan melantunkan surat an-Najm. Itu kali pertama kaum musyrik mendengarkan ayat Alquran. Para pembesar Quraisy yang mendengarnya tertegun dan keangkuhan mereka sirna seketika.

Mereka hanyut dalam irama lantunan ayat Alquran, hingga Rasulullah sampai pada ayat terakhir. “Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah Dia.” (An-Najm, 53:62).

Para penyembah berhala itu, secara tidak sadar dan dengan kepatuhan penuh, ikut bersujud bersama Rasulullah SAW. Sheikh Safi mengatakan, itu adalah momen indah dari kebenaran yang membelah jiwa orang yang angkuh dan sikap para pencemooh. Mereka berdiri tercengang ketika mereka menyadari Firman Allah telah menaklukkan hati mereka.

Kaum musyrik lain yang tidak ada di tempat kejadian mencela dan menyalahkan mereka dengan kejam. Untuk menjaga rasa gengsi, mereka mulai mengarang kebohongan dan memfitnah Nabi SAW. Mereka mengatakan sujud itu dilakukan pada berhala mereka dan menganggap mereka memiliki kekuatan syafaat yang diinginkan.

Berita tentang kejadian itu sampai kepada sekelompok Muslim yang hijrah ke Habasya (Ethiopia). Mereka diberitahu seluruh Quraisy telah memeluk Islam, sehingga mereka memutuskan pulang.

 

Sumber : Republika.co.id

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two + eleven =