Cancel Preloader

Kisah Azim Premji, Konglomerat Muslim yang Gemar Bersedekah

 Kisah Azim Premji, Konglomerat Muslim yang Gemar Bersedekah

Konglomerat Muslim

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Dalam kehidupan orang-orang sukses selalu saja mempunyai cerita unik dan khas dalam dirinya. Salah satu konglomerat yang memiliki kebiasaan luar biasa adalah Azim Premji.

Bos perusahaan IT terbesar ketiga di India tersebut ternyata memiliki kebiasaan bersedekah dengan membagi-bagikan uang kepada banyak orang. Memang konglomerat muslim ini sudah sejak lama terkenal dermawan.

Saking dermawannya, salah satu orang terkaya di dunia itu namanya terkenal hingg sampai belahan dunia. Saat ini Azim Premji sendiri menyandang orang terkaya di India yang memiliki kepemilikan perusahaan 74% di Wipro.

Selain terkenal gemar bersedekah, Azim Premji juga membangun sebuah organisasi sosial. Di mana organisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendidikan di India.

Adapun nama organisasi tersebut adalah The Azim Premji Foundation. Organisasi sosial itu didirikan pada tahun 2001 silam.

Dilansir dari Detik, perjalanan hidup Azim Premji untuk menjadi orang terkaya kedua di India tidaklah mudah. Apalagi menjadi seorang dermawan yang membutuhkan jiwa sosial tinggi.

Perjalanan Azim Premji dimulai pada tahun 1945, Perusahaan Wipro saat itu bernama Western India Vegetable Products Ltd yang didirikan oleh ayah Azim Premji, Mohammed Premji. Pada usia 21 tahun, ayah Azim Premji meninggal dunia dan ia menggantikan ayahnya sebagai penerus perusahaan.

Saat meneruskan perusahaan, dia bahkan harus berhenti dari kuliahnya di Stanford University. Namun Azim Premji sebagai pemimpin sukses memperluas pasarnya dengan membuat produk sabun, lampu, dan lainnya. Ia pun mengubah nama perusahaan menjadi Wipro ditahun 1977.

Tahun 1980, Wipro mulai merambah ke dunia IT. Produksi pertama kali perusahaan ini adalah mikrokomputer disusul dengan menyediakan software untuk hardware komputer.

Azim menyadari, bahwa IT adalah masa depan dunia. Untuk itu, dia bahkan punya pusat inovasi di Silicon Valley yang fokus mengembangkan teknologi baru dan berkolaborasi dengan startup.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

8 − 4 =