Kisah Aiman Abul Barakat, “Gandrung (Perindu) Nabi”

 Kisah Aiman Abul Barakat, “Gandrung (Perindu) Nabi”

Teladan Kesabaran dari Para Utusan Tuhan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Al-Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab beliau “Ad-Durarul Kâminah” menuturkan kisah yang sangat menarik tentang pecinta Nabi, beliau menulis: 

ﺃﻳﻤﻦ ﺃﺑﻮ اﻟﺒﺮﻛﺎﺕ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﻋﺸﺮ ﺁﺑﺎء ﻓﻲ ﻧﺴﻖ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﻧﻈﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺛﺎﺑﺘﺎ –  

Aiman Abul Barakat bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad. Total 14 ayah ke atas (bernama Muhammad) dalam rangkaian nasab. Tak ada tandingannya, jika hal itu benar. 

ﻛﺎﻥ ﺗﻮﻧﺴﻴﺎ ﻗﺪﻡ اﻟﻘﺎﻫﺮﺓ ﻭﻛﺎﻥ ﻛﺜﻴﺮ اﻟﻬﺠﺎء ﻭاﻟﻮﻗﻴﻌﺔ ﺛﻢ ﻗﺪﻡ اﻟﻤﺪﻳﻨﺔ اﻟﻨﺒﻮﻳﺔ ﻓﺠﺎﻭﺭ ﺑﻬﺎ ﻭﺗﺎﺏ ﻭاﻟﺘﺰﻡ ﺃﻥ ﻳﻤﺪﺡ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺧﺎﺻﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻳﻤﻮﺕ ﻓﻮﻓﻰ ﺑﺬﻟﻚ ﻭﺃﺭاﺩ اﻟﺮﺣﻠﺔ ﻋﻦ اﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﻓﺬﻛﺮ ﺃﻧﻪ ﺭﺃﻯ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ اﻟﻨﻮﻡ ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺎ ﺃﺑﺎ اﻟﺒﺮﻛﺎﺕ ﻛﻴﻒ ﺗﺮﺿﻰ ﺑﻔﺮاﻗﻨﺎ ﻓﺘﺮﻙ اﻟﺮﺣﻴﻞ ﻭﺃﻗﺎﻡ ﺑﺎﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻣﺎﺕ ﻭﺳﻤﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﻋﺎﺷﻖ اﻟﻨﺒﻲ 

Ia seorang yang berkebangsaan Tunisia. Ia tiba di Kairo. Sebelumnya Ia sering bersyair dengan nada mengejek dan mengumpat. Lalu Ia tiba di Madinah. Ia tinggal di sana, bertaubat, dan mewajibkan atas dirinya untuk memuji Nabi Saw secara khusus hingga kelak meninggal.

Ia pun memenuhi janji itu. Ketika Ia hendak menempuh perjalanan meninggalkan Madinah, disebutkan bahwa ia bermimpi melihat Nabi Saw. Lalu beliau bersabda: Wahai Abal Barakat! Mengapa Engkau rela berpisah dengan kami? 

Ia pun tak jadi melanjutkan perjalanan dan akhirnya menetap di Madinah hingga meninggal. Ia menyebut dirinya dengan ‘Ãsyiqun Nabi (Gandrung Nabi).

Nur Hasim

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *