Kisah Abu Nawas: Mimpi Menjual Kambing

 Kisah Abu Nawas: Mimpi Menjual Kambing

Abu Nawas (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

IDAYATUNA.COM, Jakarta – Baru-baru kasum mimpi kembali ramai menjadi perbincangan khalayak ramai. Bicara soal mimpi adalah sebuah kisah jenaka yang datang dari sosok legenda Abu Nawas.

Dalam sebuah riwayat cerita yang berhasil dihimpun redaksi Hidayatuna, Sabtu, 19 Desember 2020 mengisahkan bahwa:

Pada suatu malam Abu Nawas bermimpi bahwa ia sedang menjual seekor kambing yang gemuk.

Dalam mimpi tersebut terdapat sebuah percakapan antara seorang sufi dengan seorang calon pembeli.

“Berapa harga kambing ini?” tanya seorang calon pembeli.

“Dua belas dinar,” kata sang sufi.

“Tujuh dinar saja,” tukas si calon pembeli menawar.

“Tidak boleh!” timpal sang sufi lagi.

“Ya sudah kalau begitu delapan dinar, gimana?” kata si calon pembeli bernegosiasi.

“Tidak boleh.”

Ketika tawaran mencapai sembilan dinar, sang Sufi terbangun dari tidurnya.

Ia membuka kelopak matanya dan mengusapnya. Tak seekor kambing pun ia lihat. Pun tak ada calon pembeli.

Cepat-cepat ia memejamkan matanya lagi sambil berkata, “Kalau begitu, baiklah, sembilan dinar boleh kamu ambil.”

Sebagai informasi, dalam khazanah Islam, Abu Nawas merupakan sosok yang terkenal dengan kejenakannya. Namun di balik kejenakaannya itu, ia sesungguhnya adalah seorang sufi besar.

Abu Nawas juga dikenal sebagai seorang pujangga Arab dan masuk dalam daftar penyair besar sastra Arab klasik.

Ia memiliki nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M).

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

18 + 9 =