Kilat dalam Alquran yang Membawa Pesan Langit ke Bumi

 Kilat dalam Alquran yang Membawa Pesan Langit ke Bumi

Kilat disebutkan dalam Alquran sebagai fenomena alam yang membawa pesan baik untuk bumi (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Fenomena alam yang menunjukkan ke-Mahabesaran-Nya yang juga menyertai hujan ialah kilat dan petir. Keduanya ciptaan Allah SWT. yang tidak sia-sia, sebagaimana ditegaskan dalam Alquran berikut ini.

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau. Maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran ayat 191).

Allah SWT. juga berfirman dalam Alquran :

هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ

“Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat (al-barq) kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.” (QS Ar Rad 12).

وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat (al-barq) untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan. Dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.” (QS Ar Rum ayat 24).

Ketiga ayat mengenai kilat di atas sudah memberikan tanda dan hikmah sejak 14 abad lalu terhadap umat manusia. Namun, baru akhir-akhir ini dapat dipahami dan diterapkan maknanya setelah sains dan teknologi hadir.

Alquran dan Sains dalam Menerjemahkan Kilat

Al-barq ditulis dalam Alquran bisa menimbulkan ketakutan karena cahaya atau bunyi guntur yang lahir. Namun, ketakutan lain, menurut kalangan akademisi ialah kilat sebagai proses kimiawi bisa menyebabkan penetasan telur-telur hama.

Lebih menakutkan lagi karena larva yang menetas melalui proses listrik alam (kilat) akan lahir hama-hama betina yang memungkinkan pengembangbiakannya lebih dahsyat. Inilah yang disebut “kilat membawa ketakutan” (khauf).

Kilat juga menjanjikan harapan (thama’) karena kilat amat penting artinya dalam proses nitrifikasi, yaitu proses oksidasi enzimatik yang dilakukan oleh sekelompok jasad renik/bakteri. Sebagaimana kita ketahui dahulu ketika masih belajar di bangku sekolah menengah atas.

Bakteri-bakteri yang lahir karena proses nitrifikasi ini menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah melalui dua proses. Pertama, proses nitritasi, yakni sesuatu yang tadinya sangat diperlukan oleh tanaman, tapi tidak bisa dikonsumsi langsung tanpa melalui proses kimiawi.

Begitulah Allah menciptakan kilat dan segala sesuatunya tanpa cela dan tak akan sia-sia. Meski di mata manusia seolah mengerikan, namun nyatanya kilat membawa pesan dari langit untuk kebaikan di bumi. Subhanallah.

Oleh sebab itulah ketika terjadi fenomena alam kilat ini, umat Islam dianjurkan untuk mengagungkan Sang penciptanya, dengan kalimat Subhanallah. Adapun doa khusus dipanjatkan ketika gemuruh suara petir sebagai berikut:

اللَّهُمَّ، لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ”

Allahumma laa taqtulnaa bighodobika walaa tuhlikna bi’adzabika wa ‘aafinaa qabla dzalik.

Artinya: Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

ten + 10 =