Khutbah

Khutbah Jumat: Tanda-Tanda Kehadiran Allah Di Alam Semesta

الْحَمْدُ للَّهِ الْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُنِيْنِ الَّذِي أَبَانَ لِعِبَادِهِ مِنْ آيَاتِهِ مَا بِهِ عِبْرَةٌ لِلمُعْتَبِرِيْنَ وَهِدَايَةِ لِلمُهْتَدِيْنَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه إِلَهُ الأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ. صلى الله عليه، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْد:

Ma’asyirol muslimin, rohimakumulluh

Bertakwalah kepada Allah. Panjatkan puja-pujian untuk-Nya ketika melihat tanda-tanda yang menunjukkan keesaan-Nya dan kesempurnaan rububiyah-Nya, karena segala sesuatu itu mengandung bukti yang menunjukkan bahwa Dia adalah Ilah Yang Esa, yang sempurna ilmu, kekuasaan, dan rahmat-Nya. Salah satu ayat Allah adalah penciptaan langit dan bumi. Siapa yang memperhatikan langit, bagaimana keindahannya, kesempurnaannya, ketinggiannya, dan kekuatannya, niscaya ia akan mengerti kesempurnaan kekuasaan Allah .

Allah telah berfirman :

ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ

Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya (An-Nâzi’ât 79 : 27-Firman Allah, “Dan langit itu Kami bangun dengan tangan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Adz-Dzâriyât 51 : 47)

Firman Allah, “. . . Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya Penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan suatu cacat dan Penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.” (Al-Mulk 67 : 3-4)

Firman Allah, “Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya, dan langit itu tidak memPunyai retak-retak sedikit pun?” (Qôf. 50 : 6)

Barangsiapa yang memperhatikan bumi, ia akan mendapati Allah telah menghamparkannya, membuat jalan-jalan padanya, menciptakan gunung-gunung yang berdiri kokoh di atasnya, memberkatinya, menentukan kadar makanan-makanannya, dan memudahkannya untuk (dinikmati) hamba-hamba-Nya. Allah telah menjadikan bumi itu mudah bagi mereka, sehingga mereka bisa berjalan di berbagai penjurunya, serta memakan rezeki darinya. Mereka bisa berladang, bercocok tanam, dan mengeluarkan air darinya untuk mengairi tanaman maupun untuk minum. Juga bagaimana Allah menjadikannya tempat berdiam yang tenang bagi segenap makhluk, yang tidak mengalami guncangan dan gempa, kecuali dengan izin Allah.

وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ

Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin, (Adz-Dzâriyât 51 : 20)

Baca Juga :  Kewajiban Mencintai Tanah Air dalam Islam

Firman Allah yang lain, “Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan (Ar,Ro’d [13] : 4) (Bagian-bagian itu) berbeda-beda dalam dzat, sifat, dan manfaatnya. Di bumi juga ada kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang maupun yang tidak bercabang, semuanya di airi dari air yang sama, dan Allah melebihkan sebagian tanaman atas tanaman yang lain dalam hal rasanya. Barangsiapa yang memperhatikan semua itu, niscaya ia mengetahui betapa sempurnanya kekuasaan dan rahmat Allah bagi para hamba-Nya.

Di antara ayat-ayat-Nya adalah makhluk-makhluk yang ditebarkan oleh Allah di langit dan bumi. Di langit ada para malaikat yang jumlah mereka tidak ada yang bisa menghitungnya kecuali Allah sendiri . Tidak ada satu tempat pun selebar empat jari tangan, kecuali di sana ada malaikat yang berdiri, rukuk, atau sujud kepada Allah. Ada tujuh puluh ribu malaikat di antara mereka yang setiap hari berthowaf mengelilingi Baitul Makmur di langit ketujuh.

Mereka yang sudah berthowaf tidak akan kembali lagi berthowaf di sana hingga hari kiamat. Di bumi terdapat berbagai jenis makhluk yang jumlah dan jenisnya juga tidak terhitung, apalagi jumlah seluruhnya dari berbagai jenis, bentuk dan keadaan. Sebagiannya bermanfaat bagi manusia, yang dengan begitu mereka mengetahui kesempurnaan nikmat Alloh yang dikaruniakan kepada mereka. Dan sebagian lagi berbahaya bagi mereka, yang dengan begitu manusia mengetahui nilai dan kelemahan dirinya dihadapkan pada makhluk-makhluk Allah yang lain. Semua makhluk yang bertebaran di daratan dan laut ini bertasbih memuji dan memahasucikan Allah serta menjadi saksi akan tauhid dan rububiyah Allah.

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. (Al-Isro’ 17 : 44)

Rezeki seluruh makhluk tersebut menjadi tanggungan Penciptanya.

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (Hüd  11: 6)

Baca Juga :  "Membentuk Generasi Ulul Albab"

Di antara ayat-ayat-Nya adalah malam dan siang. Allah telah menjadikan malam sebagai peristirahatan bagi manusia, di mana ketika itu mereka bisa beristirahat dan tidur. Sedangkan siang dijadikan oleh Allah sebagai waktu untuk mencari penghidupan bagi manusia, di mana pada waktu itulah mereka mencari karunia Allah.

قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ جَعَلَ اللّٰهُ عَلَيْكُمُ الَّيْلَ سَرْمَدًا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ اِلٰهٌ غَيْرُ اللّٰهِ يَأْتِيْكُمْ بِضِيَاۤءٍ ۗ اَفَلَا تَسْمَعُوْنَ . قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ جَعَلَ اللّٰهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ اِلٰهٌ غَيْرُ اللّٰهِ يَأْتِيْكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُوْنَ فِيْهِ ۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ .وَمِنْ رَّحْمَتِهٖ جَعَلَ لَكُمُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوْا فِيْهِ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ.

Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?”. Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?”. Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (Al-Qoshosh : 71-73)

Di antara ayat-ayat Allah adalah matahari dan bulan. Kedua benda langit ini berjalan pada garis edarnya masing-masing semenjak Allah menciptakan keduanya hingga kelak Allah mengizinkan terjadinya kehancuran alam semesta ini. Keduanya berjalan dengan teratur, tanpa ada perubahan, penyimpangan, kerusakan, dan perselisihan.

وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۗ . وَالْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ .لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۗوَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ.

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (Yasin 36 : 38-40)

Baca Juga :  Kehidupan Hakiki Adalah Kehidupan Akhirat

Di antara ayat-ayat Allah adalah planet-planet dan bintang-bintang besar yang banyaknya tidak terhitung dan besarnya tidak dimengerti kecuali oleh Allah. Ada sebagian dari planet-planet dan bintang-bintang itu yang berjalan, dan ada sebagian lagi yang diam. Ada yang beriringan, di mana antara satu dengan Iain tidak terpisahkan, dan ada. pula yang saling berpisah, di mana antara satu dengan Iain kadang-kadang bertemu dan kadang-kadang berpisah. Semua itu berjalan sesuai dengan kehendak dan pengaturan Allah, sebagai perhiasan langit, alat-alat pelempar setan, dan petunjuk arah perjalanan. Seluruh alam raya ini merupakan ayat-ayat Allah, baik secara garis besar maupun secara mendetail. Allah adalah yang telah menciptakannya, dan pengatur tunggalnya. Alam raya ini tidak bisa mengatur dirinya sendiri, dan tidak ada satu pun selain Allh yang mengaturnya. Allah berfirman:

اَمْ خُلِقُوْا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ اَمْ هُمُ الْخَالِقُوْنَۗ .اَمْ خَلَقُوا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ بَلْ لَّا يُوْقِنُوْنَۗ

Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).  (Ath-Thür 52 : 35-36)

Ya, alam semesta ini tidak bisa menciptakan dirinya sendiri dan tidak tercipta tanpa adanya pencipta. Harus ada pencipta yang menciptakannya dan mengaturnya, yaitu Allah , tidak ada pencipta selain-Nya dan tidak ada Robb selain-Nya.

Ma’asyirol muslimin, rohimakumulluh

Andaikata saya ingin bercerita kepada kita semua bahwa ada sebuah istana megah dengan bangunan sempurna telah membangun dirinya sendiri, niscaya kita mengatakan bahwa ini sangat-sangat mustahil. Jika dikatakan kepada kita semua bahwa istana ini ada secara kebetulan saja, niscaya kita mengatakan bahwa hal ini sungguh-sungguh mustahil pula. Maka, alam semesta yang luas ini, meliputi alam atas dan alam bawah, tidak mungkin mengadakan dirinya sendiri dan tidak mungkin pula ada secara kebetulan, tanpa ada yang membuatnya ada. Pasti ada yang membuatnya ada, satu Dzat yang Mahatahu dan Mahakuasa, yaitu Allah.


بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close