Cancel Preloader

Ketua NU Jakpus: Kesepakatan Adalah Pintu Masuk Keberhasilan Organisasi

 Ketua NU Jakpus: Kesepakatan Adalah Pintu Masuk Keberhasilan Organisasi
Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Sukses dan berhasilnya sebuah roda organisasi harus ada kesepakatan bersama. Sebuah keputusan yang diambil dari hasil musyawarah seluruh anggota pengurus.

Dengan musyawarah membuat hidup menjadi sejahtera, termasuk segala kegiatan dan aktifitas organisasi. Hal ini disampaikan saat memberikan sambutannya dalam pembukaan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) angkatan ke-272 PCNU Jakarta Pusat di Hotel Orchadz Jayakarta Sawah Besar. Jumat (12/3).

“Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda tidak akan gagal siapa pun yang melakukan istikharah dan tidak akan menyesal siapa saja yang suka bermusyawarah,” katanya.

Gus Syaifuddin menerangkan, hadis tersebut menjelaskan betapa pentingnya bermusyawarah karena tidak akan menyesal siapa saja yang suka bermusyawarah.

“Melalui kaderisasi MKNU yang diikuti pengurus Ranting dan MWC ini, saya berharap para pengurus semakin mengerti arti pentingnya komunikasi organisasi dengan bermusyawarah,” imbuhnya.

NU sebagai Organisasi dengan Dimensi Keislaman dan Nasionalisme

Walikota Jakarta Pusat, Dhani Sukma mengatakan NU adalah sebuah organisasi yang memiliki dimensi keislaman dan nasionalisme yang berjalan secara bersama sejak didirikan di negeri ini. Hal ini menjadi komitmen dan upaya konkret yang menguatkan serta mengkokohan bangsa Indonesia.

“Lalu poin utama dalam komitmen berorganisasi adalah menjalankan kesepakatan yang sudah diputuskan dalam musyawarah,” katanya.

Dhani Sukma menambahkan, tidak sedikit organisasi menjadi retak karena tidak sepakat atas komitmen yang sudah dibuat. Dia berharap organisasi NU yang sudah besar dan mengakar di masyarakat tetap menjaga kesepakatan dan komitmen dalam berorganisasi.

Sementara itu direktur MKNU PCNU Jakarta Pusat Subhan Salim mengatakan, “MKNU hari ini syukur Alhamdulillah diikuti oleh jajaran rois syuriyah ranting dan MWC se-Jakarta Pusat.

“Setelah mengikuti MKNU ini, saya berharap para rois syuriyah memiliki kemantapan dalam paham aswaja NU. Serta menjadi solusi dan rujukan umat ditingkatannya masing-masing,”imbuhnya.

Subhan Salim menambahkan peran rois syuriyah dalam organisasi NU sangat penting, salah satunya sebagai penentu kebijakan strategis dalam segala keputusan.

Selanjutnya Ketua PBNU KH Marsyudi Syuhud mengatakan diadakannya MKNU untuk menjelaskan NU dengan sejelas-jelasnya.

“Terutama kepada warga NU, ini sebagai syarat wajib untuk menjadi pengurus NU,”tambahnya (Farhan Maksudi)

Avatar

redaksihidayatuna

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

11 − 5 =