Ketua LDK Muhammadiyah Jelaskan Kemampuan Adaptif Islam dalam Sejarah

 Ketua LDK Muhammadiyah Jelaskan Kemampuan Adaptif Islam dalam Sejarah

Ilustrasi/Hidayatuna

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Dalam sejarahnya, Islam terbukti sebagai agama yang mampu memiliki kemampuan adaptif. Ini dijelaskan oleh Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah, Muhammad Ziyad.

Ia menyebutkan bahwa salah satu kehebatan dan keunggulan ajaran Islam adalah Islam senantiasa bisa beradaptasi dan diadaptasikan dalam ruang dan waktu dan dalam pergeseran perubahan apa pun.

“Sebagai contoh, pada zaman nabi, Islam hadir dalam bentuk yang sederhana. Pada zaman pertengahan Islam hadir dalam format perkembangan zaman. Sementara saat ini Islam juga hadir seiring dengan kemajuan teknologi,” ungkap Muhammad Ziyad dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Senin (25/1/2021).

Untuk itu, kaitannya dengan situasi saat ini dakwah dalam masa pandemi tidak boleh berhenti. Mengapa? Karena banyak orang mengalami ketakutan dan kecemasan yang luar biasa sehingga orang hampir melupakan apa yang disebut dengan ketetapan Allah.

“Sehebat apapun ketika orang sudah dinyatakan vonis covid-19, ustad sekalipun dia akan bercucuran air mata di dalam. Karena mendegarkan berita yang luar biasa,” sambungnya.

Menurutnya tidak ada sakit yang paling berat kecuali sakit covid-19 yang bahkan tidak bisa ditunggu oleh siapa pun termasuk orang tercinta. Kalau meninggal tidak bisa diantarkan.

“Maka disinilah pentingnya dakwah itu hadir,” jelasnya.

Dakwah Muhammadiyah yang berupaya digaungkan dengan prinsip menggembirakan masih terus dilakukan. Bahkan, kata Ziyad, bermuhammadiyah itu berislam yang bergembira.

“Ketika diberi rezeki ia bersyukur pada Allah. Ketika diberi sakit ia bersabar dan mengharap pertolongan Allah maka kemudian hatinya terkayakan dan memiliki kekayaan batin yang kuat,” tandasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 − two =