Ketua ICRO Desak Kontribusi Turki Pengembangan Peradaban Islam Baru

 Ketua ICRO Desak Kontribusi Turki Pengembangan Peradaban Islam Baru

Mendirikan pemerintahan wajib bagi Islam (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Tehran – Kepala Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Islam mengatakan pernyataan “Fase Kedua Revolusi Islam” menjadi landasan bagi terwujudnya peradaban Islam baru. Ia menambahkan bahwa Turki dapat berkontribusi dalam pengembangan peradaban tersebut.

Dalam pertemuan di Teheran dengan delegasi Majelis Ahl-ul-Bayt (AS) Turki, Hojat-ol-Islam Mohammad Mehdi Imanipour mengatakan peradaban Islam baru adalah peradaban manusia yang berdasarkan prinsip-prinsip seperti keadilan, etika, spiritualitas, kesehatan, dan gaya hidup.

Dia menambahkan bahwa itu tidak terbatas pada masyarakat Muslim tetapi merupakan peradaban bagi seluruh dunia. Ulama itu mengatakan Turki memiliki potensi untuk berkontribusi pada pengembangan kebudayaan Islam baru tetapi perlu mendefinisikan perannya di dalamnya.

Dia lebih lanjut menyoroti pentingnya Republik Islam Iran untuk berinteraksi dengan negara-negara tetangga, termasuk Turki. Oleh karena itu, kata dia, prioritas utama ICRO juga adalah perluasan hubungan budaya dengan tetangga.

Hojat-ol-Islam Imanipour lebih lanjut menekankan kedekatan budaya, agama dan peradaban Iran dan Turki. Qadir Akaras, kepala delegasi Turki, pada bagiannya, mengucapkan selamat kepada Hojat-ol-Islam Imanipour atas pengangkatannya baru-baru ini sebagai kepala ICRO.

Dia mengatakan prestasi Republik Islam Iran bersinar di dunia dan di tempat lain. Beliau juga memaparkan kegiatan, program dan tujuan Majelis Ahl-ul-Bayt (AS) yang didirikan di Istanbul pada tahun 2011. 

 

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *