Ketegangan di India Meningkat Buntut Larangan Jilbab

 Ketegangan di India Meningkat Buntut Larangan Jilbab

Unjuk Rasa Besar-besaran di Washington DC Tuntut Akhiri Genosida di Tanah Palestina (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Larangan jilbab di perguruan tinggi di negara bagian Karnataka, India Selatan, telah memicu pertikaian. Di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa serangan terhadap simbol dan praktik Muslim adalah bagian dari agenda sayap kanan Hindu.

Sebanyak 200 juta komunitas minoritas Muslim di India khawatir larangan jilbab dapat melanggar kebebasan beragama di India. Duta Besar AS untuk Kebebasan Beragama Internasional pada hari Jumat lalu mengatakan larangan jilbab akan menstigmatisasi dan meminggirkan perempuan dan anak-anak.

Dilansir dari Aljazeera, Rabu (16/02/2022), Partai Bharatiya Janata (BJP) yang menjalankan pemerintahan di Karnataka telah mendukung larangan diskriminatif tersebut. BJP berkampanye selama beberapa dekade untuk penerapan Uniform Civil Code (UCC), yang diyakini minoritas akan sama dengan penerapan hukum Hindu.

Pada Selasa (15/02) lalu, siswi Muslim yang mengenakan jilbab dilarang memasuki sekolah dan perguruan tinggi di seluruh negara bagian.

“Sekitar 13 dari kami dibawa ke ruang terpisah karena kami mengenakan jilbab di atas seragam sekolah,” kata Aliya Meher, seorang siswi di Sekolah Umum Karnataka di distrik Shivamogga.

Mereka mengatakan kepadanya bahwa dirinya tidak dapat mengerjakan ujian jika tidak melepas jilbab kami. Ia pun kemudian menjawab dengan mengatakan: “Dalam hal ini, kami tidak akan mengerjakan ujian. Kami tidak bisa berkompromi dengan hijab.”

Reshma Banu, ibu dari salah satu siswi yang dilarang masuk ke sekolah yang sama, mengatakan larangan hijab “tidak dapat diterima”.

“Jilbab adalah bagian integral dari iman kita. Kami menerima anak-anak kami di sini karena kami pikir hak-hak mereka akan dihormati,” tegasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *