Kesulitan Mencari Arah Kiblat, Bolehkah Salat Menghadap Mana Saja?

 Kesulitan Mencari Arah Kiblat, Bolehkah Salat Menghadap Mana Saja?

Bangkit dari Sujud pada Rakaat Ganjil (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Selain bacaan, yang utama dari salat ialah menghadap arah kiblat. Lalu bagaimana jika kita kesulitan menemukan arah kiblat ketika salat, apakah boleh menghadap ke arah mana pun?

Apakah seorang mukmin yang hendak menunaikan ibadah salat harus bertanya arah kiblat lebih dulu? Namun bagaimana jika hal ini terjadi saat kita berada di tengah hutan dan tidak membawa petunjuk arah?

Hal ini biasanya terjadi saat kita mengunjungi suatu tempat yang baru seperti gunung, di tengah hutan dan sebagainya. Tentunya berada di tempat seperti itu sulit untuk bertanya atau sekadar mencari musala atau masjid.

Anggota Komisi Fatwa Dar Al-Iftaa Mesir, Syekh Dr Muhammad Wissam, dikutip dari Republika.co.id menyampaikan penjelasan. Sejauh mana seorang mukmin yang hendak salat boleh menghadap mana saja ketika kesulitan mencari arah kiblat umat Muslim yakni Kabah, di Makkah Arab Saudi.

Syekh Wissam menjelaskan, menentukan arah kiblat dapat diketahui dengan memperhatikan masjid-masjid di sekitarnya, dengan bertanya pada seseorang. Bisa juga bahkan dengan bertanya pada aplikasi smartphone.

Ia menekankan, selama ada kemampuan bertanya, maka bertanya ini wajib dilakukan agar seseorang tidak salat ke arah selain arah kiblat. Namun, jika memang tidak ada orang yang bisa ditanya, tidak mendapat informasi apa pun untuk mengetahui arah kiblat, dan tidak ada telepon selular, orang tersebut harus berusaha semaksimal mungkin untuk menentukan arah kiblat. Barulah kemudian melaksanakan salat.

Saat itulah seorang hamba dibolehkan salat dengan arah kiblat ke arah mana pun. Sepanjang tidak menemukan orang untuk ditanya dan tidak mendapat informasi tentang arah kiblat. Wallahu’alam.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

15 − one =