Kesan KH Cholil pada Sosok dr. Joserizal Pendiri MER-C

 Kesan KH Cholil pada Sosok dr. Joserizal Pendiri MER-C

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis mengaku kagum dengan sosok Dokter Joserizal Jurnalis pendiri Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Libanon.

Aktivis kemanusiaan kelahiran Padang, Sumatra Barat tersebut tutup usia pada 20 Januari 2020 setelah dirawat di MER-C. Pria kelahiran Padang, 11 Mei 1963, ini meninggal dunia pada usia 56 tahun di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

“Saya mendapat banyak cerita tentang perjuangannya, namun yang saya sangat terkesan adalah kegigihannya dalam membela kemanusiaan dengan spirit Keislaman meskipun kata Islamnya tidak dia munculkan,” kata KH Cholil dikutip Selasa (21/1/2020).

Ia menyampaikan, tentang perjuangannya dan tantangan yang dihadapi Joserizal. Ia juga menceritakan  Joserizal pernah diracun saat perjalanan ke Israel. Namun, dengan kemampuannya sendiri dapat menawarkan racun di dalam tubuhnya.

Sebelumnya, KH Cholil mengenal almarhum Joserizal melalui media dan informasi teman sebagai penggiat
kemanusiaan. Namun, ia secara pribadi dapat bersua langsung dalam satu forum Konferensi Internasional untuk Kemerdekaan Palestina di Bairut, Lebanon pada 2016. Saat itu, almarhum Joserizal mendapat penghargaan sebagai pahlawan kemanusiaan di Palestina.

Sebelumnya, KH Cholil mengenal almarhum Joserizal melalui media dan informasi teman sebagai penggiat kemanusiaan. Namun, ia secara pribadi dapat bersua langsung dalam satu forum Konferensi Internasional untuk Kemerdekaan Palestina di Bairut, Lebanon pada 2016. Saat itu, almarhum Joserizal mendapat penghargaan sebagai pahlawan kemanusiaan di Palestina.

Ia mengungkapkan berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian Joserizal dan kehilangan sosok pemberani yang berjiwa besar.

“Selamat jalan almarhum Bung Joserizal, mudah-mudahan Allah menerima seluruh amal baik dan mengampuni seluruh dosa, aamiin yang Rabb,” ujarnya.

Semasa hidupnya lanjutnya, Joserizal kerap terjun ke wilayah konflik dan perang di dalam negeri dan luar negeri untuk membantu para korban.

“Dia bersama sahabat-sahabatnya di MER-C menggagas berdirinya Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina tahun 2009. Belum lama ini, MER-C juga telah membangun RS Persahabatan Indonesia-Myanmar di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, Myanmar,” imbuhnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *