Kesaksian Seorang Nasrani atas Palestina

 Kesaksian Seorang Nasrani atas Palestina

Gus Dur Bukakan Blokade Palestina (Ilust/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM –┬áBaru-baru ini, kesaksian seorang Nasrani bernama Arthur G Gish atau Art, di Palestina tertuang dalam buku berjudul Hebron Journal. Dilansir dari Republika, saat dirinya berkunjung ke Indonesia selama 10 hari, Art mengungkapkan kesaksiannya mengenai konflik internal Fatah dan Hamas?

“Itu hal yang sangat sulit dan menjadi hambatan. Namun, hal lain yang saya pahami, masalah itu diciptakan oleh orang-orang di luar Palestina. Israel telah melakukan banyak hal terkait Hamas. Israel berharap Hamas yang punya senjata saling berperang dengan Fatah,” kata Art dikutip dari Republika.co.id.

Art melanjutkan, Israel yang menciptakan konflik Hamas dan Fatah. Dua tahun lalu, Hamas menang pemilu dan tak ada yang meragukan bahwa pemilu jujur dan adil. Namun, tak lama, Israel dan AS menghancurkan pemerintahan yang dibentuk Hamas.

Seluruh bantuan keuangan pun dihentikan karena pemerintahan dijalankan Hamas. Akhirnya, kita melihat Fatah dan Hamas saling bertentangan.

Hamas Bukan Teroris

Art dengan tegas tak akan memanggil Hamas sebagai kelompok teroris. Hamas memang memiliki sayap militer yang melakukan aksi. Namun, menurut kesaksian Art, pengeboman dan bentuk kekerasan apa pun juga bertentangan dengan Islam.

Menurut dia, Hamas sangat sedikit melakukan kekerasan. Dalam kegiatannya, sebagian besar justru Hamas melakukan hal yang tak terkait kekerasan. Mereka menjalankan rumah sakit, klinik, memberi bantuan makanan bagi yang kelaparan, dan mereka memiliki integritas.

Kemenangan Hamas pada pemilu dua tahun lalu karena warga Palestina mengetahui Fatah yang korup. Mereka percaya pada Hamas karena jujur. Saat itu, tak hanya Muslim, tapi juga orang sekuler dan Kristen banyak yang memilih Hamas.

Jika orang mengatakan Hamas kelompok teroris, Israel adalah kelompok teroris sebenarnya. Art pun berpikir, teroris yang paling buruk dan paling besar di dunia adalah George W Bush.

Alqaedah, misalnya, dalam lima tahun terakhir telah membunuh ribuan orang. Namun, dalam waktu yang sama, Bush telah membuat lebih dari jutaan orang tewas.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × two =