Kesaksian Nenek Turki Usia 106 Tahun Tentang Dua Wabah

 Kesaksian Nenek Turki Usia 106 Tahun Tentang Dua Wabah

Jurnalis Inggris Mualaf Setelah Jadi Tahanan Taliban (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Edirne – Memiliki usia mencapai 106 tahun merupakan anugerah tersendiri. Hal ini yang dialami oleh seorang nenek di Turki bernama Safiye Pehlivan.

Dengan usia yang ia miliki selama 1 abad lebih itu, Safiye menyaksikan peristiwa besar dalam sejarah hidup manusia. Yakni tentang dua wabah yang melanda dunia.

Dua wabah besar itu tak lain adalah wabah malaria dan wabah virus corona. Melewati dua wabah besar sepanjang hidupnya, Safiye mendoakan agar para para pekerja kesehatan mendapat perlindungan dari Tuhan.

Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis, 25 Maret 2021, nenek berusia 106 tahun itu lahir di Yunani. Tepatnya di sebuah desa dekat provinsi Edirne, barat laut Turki.

Ia tercatat pindah ke Turki bersama keluarganya pada tahun 1956. Safiye mengaku bahwa salah satu kunci diberikan usia panjang adalah karena pola makan yang sehat dan tidur yang teratur.

“Tidur lebih awal di malam hari dan bangun pada waktu fajar,” ungkap Safiye.

Safiye menceritakan bagaimana wabah malaria melanda Yunani pada awal 1950-an. Ia menjelaskan bahwa wabah tersebut banyak merenggut di wilayahnya.

Bahkan dua saudara kandungnya juga meninggal akibat wabah tersebut. Atas pengalaman masa lalu itulah ia mengingatkan agar masyarakat senantiasa tidak meremehkan anjuran dari pemerintah.

Dalam kasus ini ia mencontohkan dalam menanggapi wabah virus corona. Ia meminta agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan.

Safiye mengatakan bahwa dia sangat menyesal untuk para petugas kesehatan, dia menyebut upaya mereka di garis depan memerangi virus tak ternilai harganya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 + three =