Keren, Karpet Hagia Sophia Diklaim Anti Bakteri dan Virus

 Keren, Karpet Hagia Sophia Diklaim Anti Bakteri dan Virus

Keren, Karpet Hagia Sophia Diklaim Anti Bakteri dan Virus

HIDAYATUNA.COM – Hagia Sophia kembali diresmikan menjadi masjid setelah 86 tahun. Karpet istimewa pun disiapkan untuk bangunan bersejarah ini. Begitu istimewanya karpet ini sehingga di klaim anti bakteri dan virus bahkan tidak mudah terbakar.

Karpet yang dipasang di Hagia Sophia sangatlah istimewa karena terbuat dari bahan-bahan terbaik di dunia. Terbuat dari 100 persen wol terbaik buatan lokal dengan ketebalan mencapai 16 milimeter sehinga memiliki berat 5 kilogram per satu meter persegi.

Selain menggunakan wol berkualitas terbaik, bahan bakunya juga tidak menggunakan zat-zat akrilik, nilon, polyester, rayon, asetat, turunan minyak bumi, maupun produk karsinogenik lain yang dapat menyebabkan kanker.

Benang yang berkualitas super tersebut juga diproduksi dengan mesin berteknologi khusus.

Pemilihan bahan terbaik tersebut bertujuan agar karpet yang dipasang di Hagia Sophia tidak hanya nyaman saat digunakan namun juga sebagai penghormatan kepada bangunan kuno tersebut.

Anti Bakteri dan Virus

Setelah melewati proses yang begitu panjang, dihasilkanlah sebuah mahakarya karpet kelas dunia demi sebuah momen yang tercatat dalam sejarah.

Karpet berwarna hijau ini diklaim sebagai karpet antibakteri, tidak mengandung virus bahkan tidak mudah terbakar.

Sebagai penghargaan atas kesultanan Utsmaniyah atau Ottoman yang telah menjadikan bangunan ini sebagai masjid selama ratusan tahun, pada karpet ini terpasang corak ala kesultanan ottoman.

Terlihat corak Rumi Ottoman abad ke-17 yang dikemas dengan sistem ‘thermopress’ agar tidak pudar.

Selain itu, pemerintah turki juga menutup seluruh ornamen kekristenan dengan menggunakan teknologi dan kain agar umat Islam bisa beribadah tanpa terganggu dengan simbol-simbol tersebut.

Shalat Jum’at yang digelar pada 25 Juli 2020 kemarin menandai dibukanya kembali aktivitas peribadatan muslim pertama setelah Hagia Sophia kembali berfungsi sebagai masjid setelah 86 tahun.

Sekitar 350.000 orang mengambil bagian dalam shalat Jum’at di masjid bersejarah di Istanbul tersebut.

Sebelum sholat, Presiden Turki Erdogan juga sempat membacakan Al-Qur’an di dalam masjid dengan membacakan ayat-ayat dari Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Baqarah.

Perhitungan yang seksama ini menandakan karpet tersebut tak hanya nyaman digunakan, tapi juga sebagai bentuk penghormatan atas momen sakral tersebut.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eleven + 15 =