Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial Merajalela, Mari Kurangi Kapasitasnya

 Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial Merajalela, Mari Kurangi Kapasitasnya

Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial (Ilust/Hidayatuna)

Digiqole ad

Artikel berikut merupakan kiriman dari peserta Lomba Menulis Artikel Hidayatuna.com yang lolos ke tahap penjurian, sebelum penetapan pemenang. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.

HIDAYATUNA.COM – Islam adalah agama Rahmatan lil Aalamiin ( rahmat bagi seluruh alam). Namun betapa mirisnya saat ini banyak pelaku kejahatan yang beragama Islam, pelaku maksiat, bahkan pelaku teroris banyak yang menduga juga Muslim. Padahal belum tentu itu semua benar.

Saat ini dengan merebaknya virus yang entah kapan habisnya, kemiskinan semakin bertambah karena banyaknya terjadi PHK, banyak pengusaha yang gulung tikar. Di tambah lagi dengan tidak adanya tatap muka dalam dunia pendidikan yang membuat para generasi bangsa semakin fokus pada gadget yang membuat mereka senang. Bahkan rela seharian dengan alat komunikasi tersebut.

Hal ini bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan betapa meruginya manusia yang tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin (Qs. Al- Ashr 1-2).

Kemiskinan adalah situasi dimana manusia itu tidak ingin berada di dalamnya karena penuh dengan kesulitan, kesusahan, dalam berbagai aspek kehidupan. Kemiskinan terjadi di sebabkan berbagai macam faktor seperti malas berusaha, tidak adanya kesempatan kerja, ketidakmampuan bersaing , kondisi tubuh yang tidak bisa mencari nafkah( sakit), dan lain sebagainya.

Kemiskinan sebenarnya bukan hal yang baru, namun selalu ada dalam tiap era kehidupan. Akan tetapi alangkah baiknya bila kita mampu mengurangi angka kemiskinan sehingga kesejahteraan bangsa meningkat.

***

Saat ini banyak orang memiliki “mental miskin”. Mengapa demikian? Karena banyak saat ini manusia sibuk memenuhi gaya hidupnya dengan hutang piutang.

Kebanyakan manusia saat ini pasti memiliki hutang bahkan ada yang berprinsip “kalau tidak hutang, gak bisa punya sesuatu”. Padahal hutang itu adalah suatu alternatif yang sebisa mungkin kita hindari.

Hutang adalah solusi masalah hidup yang sebenarnya memalukan, namun karena terpaksa kita harus melakukannya. Lebih mengerikan lagi banyak orang bangga hidup dengan berbagai kredit riba, yang tanpa mereka sadari perbuatan hutang dengan berbagai instansi riba menjerat mereka dalam lingkaran setan yang tidak ada habisnya.

Makanya wajar saat ini banyak orang yang kerjanya mapan kita contohkan pegawai yang setiap bulannya menerima gaji tetap, bahkan terkadang ada bonus. Namun penghasilannya tidak mencukupi kebutuhannya dikarenakan dia sudah mengambil pinjaman uang untuk meningkatkan gaya hidupnya,seperti membeli mobil, dan lain sebagainya.

Hal tersebut membuat gajinya berkurang sehingga ia sibuk mencari cara agar bisa menutupi hutangnya, yang terkadang dia tidak amanah dalam tugasnya karena sibuk mencari job tambahan. Terkadang bolos dalam tugasnya, bahkan melakukan perbuatan kecurangan( korupsi). Hal ini yang tanpa di sadari manusia yang bermental miskin.

***

Ketimpangan Sosial adalah suatu keadaan yang menunjukkan ketidakseimbangan dimasyarakat yang mengakibatkan perbedaan yang mencolok. Terutama berkaitan dengan perbedaan penghasilan yang sangat tinggi antara masyarakat kelas atas dengan masyarakat kelas bawah(https://indomaritim.id).

Perbedaan adalah sebuah anugerah yang kita harus mensyukurinya, karena dengan perbedaan itu kita mampu saling mengenal dan bertoleransi( QS. Ar-Rum :22).

Namun dalam hal ketimpangan sosial antara si miskin dan si kaya saling memperlihatkan tinggi rendahnya mereka.

Hal itu yang membuat jarak antara si miskin dan si kaya. Padahal si miskin dan si kaya adalah makhluk yang saling membutuhkan.

Ketimpangan sosial terjadi bukan hanya dari segi ekonomi namun karena beberapa faktor lain yaitu: kondisi demografi, kondisi kesehatan,kemiskinan, kurangnya lapangan pekerjaan, dan perbedaan status sosial masyarakat.

Langkah yang dapat kita ambil dalam menyikapi masalah yang terjadi saat ini Islam, kemiskinan dan ketimpangan Sosial meliputi:

  1. Peningkatan kualitas muslim (agama, moralitas, mental,kesehatan,pendidikan)
  2. Menciptakan lapangan kerja, peluang kerja, dan kesempatan kerja
  3. Melakukan pemerataan penduduk

Dewi Antika Sari

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

12 − seven =