Kelemahan Takwil “Allah di Langit Tapi Ilmunya Di Mana-mana”

 Kelemahan Takwil “Allah di Langit Tapi Ilmunya Di Mana-mana”

ibadah yang tidak disyariatkan tapi dapat pahala (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Nyaris semua takwil tentang ayat mutasyabihat mempunyai kelemahan, termasuk takwil yang paling populer dari kalangan salaf sekali pun. Entah ada berapa banyak ulama salaf yang mentakwil ayat-ayat yang seolah berbicara tentang posisi Allah dengan takwilan sebagai berikut:

“Allah di atas Arasy tapi ilmunya di mana-mana.”

Kelemahannya adalah ketika dibenturkan dengan hadis sahih. Hadis yang dengan tegas dan jelas mengatakan Allah ada di depan orang salat sehingga tidak boleh meludah ke depan sewaktu salat tapi meludahlah ke kiri.

Ketika dipahami bahwa hanya ilmu Allah yang di mana-mana, artinya di depan orang salat hanyalah ilmu Allah. Akan tetapi apa gunanya dilarang meludah ke depan dan diperintah meludah ke kiri bila di kiri juga ada ilmu Allah?

Di sinilah jalan buntu takwilan tersebut. Kemudian Syaikh Ibnu Abdul Barr mengatakan bahwa jika ayat yang berisi Allah di bumi bisa ditakwil dengan ayat yang mengatakan Allah di atas. Maka ayat yang mengatakan Allah di atas bisa juga ditakwil dengan hadis tersebut.

Satu-satunya pemahaman yang akan membebaskan dari semua kontradiksi adalah ajaran Ahlussunah wal Jamaah bahwa Allah wujud tanpa tempat.

Abdul Wahab Ahmad

Ketua Prodi Hukum Pidana Islam UIN KHAS Penulis Buku dan Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Pengurus Wilayah LBM Jawa Timur.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 × 2 =