Kehamilan Adalah Anugrah, Karenanya Harus Disyukuri

 Kehamilan Adalah Anugrah, Karenanya Harus Disyukuri

Bagaimana Hukum Puasa bagi Ibu Hamil? (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Kehamilan bagi seorang istri merupakan suatu anugrah yang harus disyukuri. Sebab ia merupakan bukti keagungan adanya Allah.

Tidak ada suatu mahluk pun yang mampu melakukan maupun memberikan anugrah kehamilan pada seorang wanita.

Meskipun para dokter spesialis kandungan telah menemukan beberapa penemuan yang berkaitan dengan perkembangan janin, akan tetapi seorang dokter tidak akan memastikan apakah janin tersebut sudah bernyawa ataukah belum.

Semua itu adalah kehendak Allah. Apabila kita melihat realitas saat ini, banyak sekali bayi tabung yang banyak menggemparkan dunia medis.

Akan tetapi, dokter tidak bisa memastikan apakah bayi tabung itu bisa hidup normal, layaknya bayi dalam kandungan, atau malah lahir dengan cacat.

Secara fisik, memang bayi tabung itu ada, akan tetapi apabila Allah tidak memberikan nyawa kepada bayi tersebut, maka bayi tidak akan bisa hidup.

Sesungguhnya banyak ayat al-Qur’an yang berbicara tentang penciptaan manusia. Mulai dari pembentukan janin hingga peniupan ruh.

Kesemuanya itu tak lain adalah bukti nyata kekuasaan-Nya. Namun banyak manusia yang telah diberikan petunjuk dan bukti-bukti kekuasaan-Nya, lalu menentang dan tidak mensyukuri.

Salah satu ayat al-Qur’an yang menceritakan bagaimana menakjubkannya proses penciptaan manusia adalah surat Al-Hajj ayat 5.

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (QS. Al-Hajj: 5) []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *