Kebijakan Siswi Pakai Gamis Mendapat Sorotan, Kenapa?

 Kebijakan Siswi Pakai Gamis Mendapat Sorotan, Kenapa?

Kebijakan Siswi Pakai Gamis Mendapat Sorotan, Kenapa?

Digiqole ad


HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Aktivis perempuan dan Hak Asasi Manusia (HAM) Gayatri Wedotami melayangkan surat terbuka kepada Mendikbud, Nadiem Makarim soal kebijakan sekolah yang mewajibkan siswinya mengenakan gamis.

Dalam surat terbuka yang diunggah via akun Facebooknya, Gayatri mencantumkan tangkapan layar seragam gamis untuk siswi SD.

Soal kebijakan siswi wajib memakai gamis saat sekolah menurut Gayatri menilai telah menciderai semangat toleransi antar-umat beragama.

“Dear Bung Nadiem Makarim yang saya hormati. Saya memohon kearifan Anda untuk segera mengakhiri kegilaan tanpa batas ini dalam hal seragam sekolah. Apalagi, kita sekarang sedang menghadapi masa pandemi,” ungkap Gayatri, dalam pembukaan suratnya dikutip Hidayatuna.com, Kamis (26/6/2020).

Lebih lanjut, Gayatri berpandangan bahwa masalah kewajiban siswi memakai gamis di sekolah sebagai sesuatu yang krusial untuk segera ditindaklanjuti.

Dirinya mengklaim telah menerima laporan mengenai kasus para siswi mulai dari tingga SD hingga SMA mendapat perlakuan pemaksaan untuk mengenakan pakaian muslimah.

“Sejak tahun 2016, sebagai anggota divisi Keperempuanan di ICRP saya telah menerima laporan mengenai pemaksaan tidak tertulis dan secara halus terselubung dalam memakai seragam sekolah bagi siswi-siswi dan pelajar-pelajar putri,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dia dapat, siswi-siswi ini didesak untuk menggunakan pakaian muslimah, terlepas dari agama dan kepercayaan yang mereka anut. Sedangkan, sekolah tersebut bukanlah sekolah Islam.

“Laporan ini juga adalah para ayah Muslim yang khawatir karena sejak SD para putri mereka sudah harus memakai baju berlengan panjang, berbaju kurung dan berjilbab, sehingga mereka kurang terpapar cukup matahari karena waktu sekolah yang panjang,” jelasnya.

Laporan-laporan ini lanjut dia, datang dari Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Riau, Jawa Tengah, dan lain-lain. Mereka rata-rata berasal dari sekolah di sekolah negeri.

Untuk itu, dirinya mendesak Mendikbud agar seragam sekolah ditiadakan apabila pihak sekolah masih bersikukuh untuk memerintahkan setiap siswi memakai baju Muslim. Selanjutnya jika seragam masih dipertahankan, ia meminta agar Kemendikbud tegas menetapkan model seragam secara umum.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

12 + eleven =