Cancel Preloader

Kebijakan AS Saat Ini Dinilai Sejalan dengan Kepentingan Umat Islam

 Kebijakan AS Saat Ini Dinilai Sejalan dengan Kepentingan Umat Islam

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Beralihnya kekuasaan Amerika Serikat (AS) dari Donald Trump ke Joe Biden dinilai oleh sejumlah kalangan membawa angin segar bagi umat Islam di negara tersebut. Di mana saat ini sejumlah kebijakan AS di bawah Biden dinilai sejalan dengan kepentingan umat Islam Paman Sam.

Hal itu disampaikan oleh Imam Besar di Islamic Center of New York Imam Shamsi Ali, Selasa (2/3) kemarin di Jakarta. Ia menyebut Presiden AS Joe Biden disebut lebih bisa memberikan harapan kepada umat Islam.

Jika dikomparasikan dengan pendahulunya yakni Donald Trump, menurut Shamsi Ali, Biden dianggap bisa lebih ramah terhadap muslim. Tentu hal itu berbeda dengan sejumlah kebijakan Donald Trump sebelumnya.

“Memang Joe Biden ada harapan-harapan untuk umat Islam. Ada optimisme di situ. Tergantung beberapa waktu ke depan,” kata Shamsi Ali dilansir dari Tribun, Rabu (3/3/2021).

Apa saja kebijakan Biden yang dianggap sejalan dengan kepentingan umat Islam? Shamsi Ali mencontohkan bagaimana saat Biden menghapus kebijakan pelarangan umat Islam masuk AS.

Sebagaimana diketahui, kebijakan pelarangan umat Islam masuk AS pernah diterapkan oleh Donald Trump melalui kebijakan Muslim Ban yang menggegerkan publik dunia.

Tidak hanya mencabut larangan muslim masuk ke negeri Paman Saman, Biden juga merangkul umat Islam dengan memberikan jabatan atau posisi ke sejumlah orang Islam ke dalam jajaran pemerintahannya.

“Ada beberapa janji yang ditepati. Tapi namanya politik. Kita lihat ke depan,” ujar Shamsi Ali.

Di dunia internasional, Shamsi Ali juga menilai Biden bakal mengembalikan Palestina ke meja perundingan. Pada era Trump, tidak pernah melibatkan Palestina dalam pembahasan pencaplokan negara tersebut oleh Israel.

“Joe biden akan mengembalikan hubungan internasional, Amerika ke jalan yang lebih rasional. Yang saya maksud hubungan Timteng. Minimal Joe Biden akan melibatkan Palestina atau PLO dalam meja perundingan,” jelasnya.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twenty − nineteen =