Karomah Gus Hubbi Menutup Tempat Prostitusi Dengan Cara Unik

 Karomah Gus Hubbi Menutup Tempat Prostitusi Dengan Cara Unik

Karomah Gus Hubbi Menutup Tempat Prostitusi Dengan Cara Unik

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Dusun Ngledok desa Mojokrapak, Jombang Jawa Timur dulunya merupakan daerah yang dikenal kelam, karena banyak warung remang-remang dan menjadi tempat mangkal bagi perempuan-perempuan nakal.

Berbagai usaha dari masyarakat sekitar dan aparat setempat untuk membubarkan aktifitas prostitusi di lokasi tersebut selalu berujung pada kegagalan.

KH. Djamaluddin Ahmad pengasuh ponpes Al-Muhibbin bercerita, suatu ketika saat Gus Hubbi masih remaja beliau pernah tidak selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Kiai Fattah ayahanda Gus Hubbi yang resah dengan keadaan tersebut lantas mengutus salah seorang santrinya untuk menyelidiki dimana sebenarnya keberadaan Gus Hubbi.

Setelah beberapa hari menyelidiki, didapatkan informasi bahwa Gus Hubbi berada di kawasan remang-remang Mojokrapak tersebut.

Mengetahui hal tersebut Kiai Fattah menjadi semakin resah. Sebagai orang tua Kiai Fattah sangat kuatir Gus Hubbi melakukan hal-hal yang tidak patut, mengingat usianya yang menginjak dewasa.

Terus lapo Hubbi nang kunu ? ” (terus ngapain Hubbi di situ ?) tanya Kiai Fattah.

Santri tersebut menjawab “Mboten lanopo-lanopo, Yai. Ten mriku nggeh namung tenguk-tenguk, diparingi kopi ten mriku mawon mboten kerso ngunjuk” (Gus Hubbi tidak melakukan apa-apa kiai. Di situ beliau cuma duduk-duduk, Disitu dikasih kopi saja tidak mau minum).

Akhirnya Kiai Fattah mengutus santri tersebut untuk menemui Gus Hubbi dan menyuruhnya pulang.

Luar biasanya setelah Gus Hubbi pulang, beberapa hari kemudian kawasan remang-remang tersebut bubar dengan sendirinya berikut prostitusi disana.

Sering Shalat di Tempat-tempat Tersembunyi

Mbah Hamim Nganjuk bercerita “Dulu Gus Hubbi sering tiba tiba tampak di tempat- tempat yang biasa dipakai orang berbuat mesum, mabuk-mabukan, judi dan sebagainya. Setelah beberapa saat tempat-tempat tersebut disanggong Gus Hubbi, aktivitas di tempat tersebut buyar dengan sendirinya.” tutur Mbah Hamim.

Mbah Hamim melanjutkan kisahnya bahwa dahulu beliau sering diajak Gus Hubbi main ke berbagai tempat, salah satunya adalah di makam para sesepuh.

Mbah ‏Hamim menyebutkan bahwa Gus Hubbi sangat betah duduk semalaman kalau sudah berada di makam. Bahkan pernah dulu Mbah Hamim diajak ke kuburan kuno dan tidak keluar dari situ selama berhari-hari tanpa makan dan minum .

Orang orang menganggap Gus Hubbi tidak pernah sholat . Tapi saya mengetahuinya sendiri, Gus Hubbi selalu shalat. Akan tetapi kalau shalat selalu ndelik dan jarang dilihat orang.” Cerita Mbah Hamim.

Saat waktu sholat beliau selalu berada di tempat – tempat tersembunyi dan sempit, seperti kuburan dan tempat – tempat yang jarang didatangi orang . Beliau akan mengganti pakaiannya saat shalat dengan jubah putih bersih juga sangat harum . Tidak seperti pakaian yang biasa beliau kenakan yang acak-acakan . Sesuai shalat jubah itu dilepas kembali dan berganti dengan pakaian khasnya.” Tutup Mbah Hamim

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fifteen + 6 =