Cancel Preloader

Karomah Gus Dur, Diminta Mampir Oleh Sunan Gunung Djati

 Karomah Gus Dur, Diminta Mampir Oleh Sunan Gunung Djati

Karomah Gus Dur, Diminta Mampir Oleh Sunan Gunung Djati

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Salah satu karomah Gus Dur adalah dapat berkomunikasi dengan para waliyullah yang telah wafat, seperti dengan kakeknya yaitu KH. Hasyim Asyari, Sunan Ampel hingga Sunan Gunung Jati.

Fenomena seperti ini sebenarnya telah dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 154 :

وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَن يُقْتَلُ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتٌۢ ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ

Artinya : Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Kisah pertemuan Gus Dur dengan Sunan Gunung Jati ini ini diceritakan oleh mantan Sekretaris Jenderal PBNU H. Arifin Junaidi.

Diceritakan suatu saat beliau ikut mendapingi Gus Dur ke Cirebon untuk bertemu dengan pengasuh pesantren Buntent KH. Fuad Hasyim. Pertemuan tersebut berlangsung hingga larut malam, setelahnya rombongan menuju Pekalongan untuk mengunjungi Habib Luthfi bin Yahya.

Sekitar pukul 01.00 dini hari saat rombongan sudah sampai di daerah Losari Cirebon, Gus Dur meminta sopirnya untuk berputar kembali menuju ke makam Sunan Gunung Jati yang berada di kompleks Astana Gunung Sembung.

“Saya baru saja dipanggil Sunan Gunung Jati” ucap Gus Dur. Seluruh anggota rombongan di dalam mobil pun terdiam.

Disambut oleh Para Juru Kunci

Mobil pun berjalan hingga di kompleks makam Sunang Gunung Jati. Anehnya, pada tengah malam buta tersebut para juru kunci makam tersebut sudah berkumpul untuk menyambut kedatangan Gus Dur.

Mereka memakai seragam kebesaran yang biasa dipakai saat menyambut tamu istimewa, seolah – olah sudah ada yang memberikan arahan sebelumnya. Padahal saat itu belum ada smartphone apalagi whatsapp untuk berkomunikasi.

Rombongan lantas menuju area pemakaman untuk memanjatkan zikir dan tahlil serta mendoakan Sunan Gunung Jati yang telah berjasa menyebarkan Islam di Jawa Barat .

Usai tahlil, Gus Dur tertunduk dan diam. Sementara H. ‏Arifin keluar menuju halaman karena masih penasaran, bagaimana bisa para juru kunci tahu akan rencana kedatangan Gus Dur yang mendadak tersebut ?

Beliau pun bertanya kepada salah seorang juru kunci . “Kok sudah pada siap, siapa yang memberi tahu ?” Tanya H. Arifin.

Ternyata, seluruh juru kunci dibangunkan pada tengah malam oleh koordinatornya, dan diminta bersiap oleh Kanjeng Sunan dengan pesan “Cucuku mau datang ke sini !”

Beliau pun hanya bisa terheran-heran keheranan dengan fenomena janggal ini. Setelah dirasa cukup , rombongan pun kembali melanjutkan perjalanan ke Pekalongan untuk menemui Habib Luthfi.

Namun karena masih penasaran, di tengah perjalanan H. Arifin bertanya kepada Gus Dur, “Kapan dipanggil oleh Sunan Gunung Jati Gus ?” Tanya H. Arifin.

“Ya tadi , waktu perjalanan baru dipanggil, disuruh mampir. Kata beliau, ke Cirebon kok nggak mampir” jawab Gus Dur enteng.

Adapun saat Gus Dur terdiam seusai tahlil, Gus Dur mengatakan bahwa saat itu beliau sedang berdialog dengan Sunan Gunung Jati. “Kami membicarakan berbagai masalah yang dihadapi umat” jelas Gus Dur.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × five =